Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi episode 2 part 1

 Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi episode 2 part 1

Pengenalan karakter:
 Prince KwangHee

 Tae Do

Jung Yi

Hwang Ryeong

Yook Do

Kang Chun

Eul Dam

King

Prince Imhae

Prince Sin Song

Ayah Hwang Ryeong


Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi episode 2 part 1


Jung Yi sama sekali engga mengetahui kalau orang yang ada dihadapannya adalah Prince KwangHee. Pikiran buruk karena telah melakukan tindakan tidak menyenangkan pada Prince Kwang Hee, membuat Jung Yi melakukan hal nekat, ia memukul kepala Prince Kwanghee. Prince Kwang Hee jatuh pingsan.


Panik. Bagaimana bisa seorang gadis rendahan seperti Jung Yi memukul kepala seorang pangeran. Di tengah kepanikan, precious Tae Do datang. Ah~~ Tae Do. He IS AN angel. Tae Do mengulurkan tali membnatu Jung Yi keluar dari lubang. Lubang yang mereka buat untuk menangkap buruan. Mereka berhasil keluar dari lubang.


Dan hug… Karena terlalu panic, Jung Yi memeluk erat Tae Do. Ia bingung harus melakukan apa, bingung terhadap hal yang baru saja ia perbuat. Jung Yi menangis, she is adorable. Tooo adorable.

Tae Do dan Jung Yi menengok keadaan Prince Kwang Hee yang masih belum juga sadarkan diri, terbaring di lubang jebakan. Tae Do selalu selalu selalu selalu berhasil mencari cara agar Jung Yi aman tentram damai selamat sentosa sepanjang masa. You are def def def def an ANGEL, Tae Do-ah.


Tae Do berkata pada Jung Yi, “Larilah, lari dan jangan pernah melihat ke belakang lagi.” Ah sweet. Jung Yi berlari sejauh dan secepat yang ia bisa, menghindari masalah yang ia perbuat. Dan membiarkan Tae Do membereskan masalah itu. Bad Girl!!
 Tae Do memanggil prajurit kerajaan dan Prince Imhae. Ia memberitahukan keberadaan Prince Kwang Hee. Prajurit kerajaan yang melihat Prince Kwang Hee-yang engga sadarkan diri di lubang, segera membantu Prince Kwang Hee.

Tae Do membiarkan Jung Yi pergi, dan ia memanggil Prince Imhae. Prince Imhae adalah kakak kandung dari Prince Kwang Hee. Mereka lahir dari ibu yang sama, permaisuri meninggal saat melahirkan Prince Kwang Hee. Sejak saat itu, Prince Imhae selalu menyalahkan Prince Kwang Hee atas kematian ibunya.

Prince Imhae memiliki kepribadian yang buruk, ia memiliki kedengkian yang amat sangat terhadap Prince Kwang Hee. Selalu merasa dikalahkan oleh Prince Kwang Hee, membuat Prince Imhae, seringkali melakukan hal-hal yang dapat mencelakakan Prince Kwang Hee. Same blood can’t save you from killing each other, kids.


Hal pertama yang diingat Prince Kwang Hee saat terbangun dari pingsannya adalah Jung Yi. Ia menanyakan dimana keberadaan gadis yang sedari tadi bersamanya. Prince Imhae terbahak, ia mencemooh Prince Kwang Hee, bahwa Prince Kwang Hee mungkin baru saja bertemu dengan peri hutan.


Prince Kwang Hee kebingungan, ia melihat kesekelilingnya, dan memang benar, engga ada gadis yang ia maksud. Ia lalu bertanya, siapa yang pertama kali menemukannya. Tae Do yang pertama kali menemukannya, enggan untuk menjawab pertanyaan Prince Kwang Hee. Dan hup. Kesombongan Prince Imhae membuatnya mengatakan, bahwa orang yang pertama kali menemukan Prince Kwang Hee adalah Prince Imhae.

“Nah, nanti katakan pada raja, bahwa yang menemukanmu keberadaanmu pertama kali adalah aku.” Ungkap Prince Imhae. Prince Kwanghee hanya mengangguk.


Jung Yi berlarian, dan ia sampai di rumah. Dengan tergesa-gesa ia bersembunyi di gudang, engga memperdulikan Hwang Ryeong yang menatapnya bingung. Hwa Ryeong terheran-heran, mengapa Jung Yi berlarian seperti itu. Engga ada seorang pun yang mengejarnya.


Hwang Ryeong menyuruh Jung Yi keluar dari gudang dan ia membiarkan Jung Yi meminum minumannya. “Tidak ada seorang pun yang tengah mengejarmu, Jung Yi.”


Dengan kecemasan yang berada di tingkat ubun-ubun, Jung Yi menanyakan pada Hwang Ryeong. Jung Yi bertanya tentang perbuatan nya, apa sangsi yang akan didapat bila ada seseorang yang memukul pangeran? Seumpama? Hwang Ryeong engga mengerti dengan apa yang tengah dibicarkaan Jung Yi.


Mana ada orang yang bersikap penuh dengan ketidaksopanan seperti itu, terlebih kepada seorang pangeran. engga ada seorang pun yang berani memukul seorang pangeran, jawing Hwang Ryeong. Jung Yi tetap mengulang kata-katanya, “seumpama. Seumpama.”


Hwang Ryeong pun mengatakan hal yang ia ketahui. Ada aturan yang mengatatakan bahwa orang tersebut harus dihukum gantung, dan seluruh keluarganya harus dijadikan budak. Mendengar penjelasan Hwang Ryeong tersebut, Jung Yi terkejut bukan main. Sampai sekejam itukah sangsi yang harus ia dapat?


Panik dan semakin panik, Jung Yi mengatakan pada Hwang Ryeong agar engga mengatakan kepada siapapun yang nantinya datang mencari dirinya. Bilang saja, gadis yang bernama Jung Yi engga tinggal di tempat ini. lol. Jung Yi kembali berlari, mencari tempat bersembunyi yang lebih aman.


Para prajurit kerajaan, Prince Kwang Hee, dan Prince Imhae sampai di tempat perkemahan kerajaan. Mereka melaporkan kepada raja tentang keberadaan Prince Kwang Hee. Prince Kwang Hee pun meminta maaf atas apa yang baru saja terjadi, ini memang salahnya telah bertindak ceroboh, sehingga meninggalkan rombongan.


Jung Yi berlari sampai ke rumah Tae Do. Ibu Tae Do menanyakan dimana keberadaan anaknya, Tae Do. Belum sempat Jung Yi menyampaikan hal yang baru saja terjadi, rombongan kerajaan dan Tae Do datang. Raja, Prince Kwang Hee an Prince Imhae sengaja datang ke kedai milik keluarga Tae Do untuk beristirahat.


Jung Yi tersenyum manis melihat kedatangan Tae Do, namun senyum nya langsung memudar saat tau rombongan kerajaan yang berada di belakang Tae Do.

Dengan sigap, Jung Yi menyembunyikan dirinya. Engga boleh ada seorang pun yang mengetahui keberadaannya. Terlebih, Prince Kwang Hee, kalau sampai ia mengetahui keberadaan Jung Yi, Jung Yi mungkin akan terkena hukuman, pikir Jung Yi.


Saat tengah menikmati minumanya, Raja mengenali lukisan Bunga yang terdapat di cangkir keramik yang hendak ia gunakan. Penasaran dengan siapa pembuat cangkir tersebut, raja bertanya pada ayah Tae Do. Dan benar saja dugaan raja, pembuat cangkir tersebut adalah Eul Dam. Eul Dam merupakan ayah angkat Jung Yi, namun sampai saat ini, Jung Yi sama sekali engga mengetahui bahwa Eul Dam bukan ayahnya yang sebenarnya.



Mendengar nama Eul Dam, raja teringat betapa kreatifnya Eul Dam bila disejajarkan dengan para pengrajin keramik di Joseon. Maka dari itu, ia memerintah ayah Tae Do untuk memanggil Eul Dam untuk menghadapnya. Saat itu juga, ayah Tae Do menuju ke rumah Eul Dam dan mengajaknya untuk bergegas menemui sang Raja.


Raja sangat senang bertemu dengan Eul Dam. Ia juga sangat mengkhawatirkan keadaan Eul Dam. Setelah mengetahui apa yang dilakukan Eul Dam dengan kemampuannya. Raja merasa bahwa kreatifitas Eul Dam dalam membuat keramik benar-benar terbuang sia-sia. Raja pun dengan bangganya, memperkenalkan Eul Dam pada Prince Kwang Hee dan Prince Imhae.


Raja pun memberikan perintah pada Eul Dam untuk berpartisipasi pada perayaan leluhur. Ia memerintahkan Eul Dam untuk membuat beberapa peralatan makan yang terbuat dari keramik. Namun Eul Dam menolaknya, ia terlalu merendahkan dirinya sendiri, too humble. Eul Bam mengatakan bahwa ia sudah kehilangan kreatifitasnya dalam membuat kreamik. Namun Raja tetap memaksanya untuk melakukan perintah dalam pembuatan keramik guna menyambut perayaan leluhur.


Di tengah pembicaraan tersebut, Mata Prince Kwang Hee bertemu pandang dengan Jung Yi yang mengintip mereka dari balik jerami dapur. Ini sudah yang ketiga kalinya, mata mereka saling bertemu. Namun tiap kali, Prince Kwang Hee memandang ke arah Jung Yi, Jung Yi selalu saja menyembunyikan dirinya. Ia terlalu takut terhadap hukuman yang akan diterimanya nanti.

Di kerajaan, Ratu dan anak kesayangannya, Prince Sinsong. Prince SinSong sangat membanggakan ratu, ia sangat patuh terhadap peraturan kerajaan dan cerdas.


Ratu selalu terbur-buru agar Prince Sinsong naik tahta. Ia berambisi agar Prince Sinsong menjadi satu-satunya pewaris raja.


Ratu dan tangan kanannya pun membuat keputusan, agar ambisi tersebut terlaksana mereka segera membuat rencana. Yep, rencana licik tentunya Tangan kanan ratu membeberkan taktik yang akan mereka gunakan, untuk mensukseskan rencana kenaikan tahta Prince Sinsong. Mereka akan mengumpulkan para bangsawan agar mereka dapat melakukan petisi kepada raja.


Di tempatnya, Kang Chun tengah melakukan transaksi jual beli keramik mewah dengan pelanggannya. Pelanggannya merasa bahwa keramik berkualitas milik Kang Chun sangat amat mahal.


Emas yang didapatnya pun engga seberapa bila dibandingkan dengan kreatifititas Kang Chun dalam membuat keramik. Pelangannya yang merupakan kolektor keramik pun, mau engga mau harus mengeluarkan banyak emas agar ia dapat membeli keramik ciptaan Kang Chun.


Pelanggan Kang Chun ini yang nantinya akan menjadi saingan Kang Chun sendiri. Kang Chun akan membesarkan dan melatih Yook Do menjadi seorang pengkeramik termahir. Sedangkan pelanggaan Kang Chun nantinya akan mendidik Hwang Ryeong menjadi generasi wanita pengkramik termahir. Sedangkan Eul Dam, ia memiliki Jung Yi yang pada dasarnya memiliki bakat terpendam terhadap kreatifitas pembuatan keramik. OHO~~~~ Semuanya punya team masing-masing.


Eul Dam – Jung Yi


Kang Chul – Yook Do

 Pelanggan Kang Chun – Hwang Ryeong

Hei.. Hei… Ketiga murid mereka memiliki keterkaitan erat satu sama lain. Jung Yi bersahabat dengan Hwang Ryeong. Persahabatan yang mungkin akan terputus karena cinta sebelah tangan Hwang Ryeong pada Tae Do. Yook Do yang sebenarnya adalah kakak kandung Jung Yi.


Kang Chun dan kaki tangan ratu melakukan pertemuan tersembunyi dengan para bangsawan. Bangwasan yang disuguhkan hiasan keramik dan emas pun dengan mudahnya langsung berada di bawah kuasa kaki atngan ratu. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyogok para bangsawan agar membuat petisi terhadap Putra mahkota.

Para bangsawan pun langsung mengetahui, siapa yang seharusya mereka dukung dalam pemilihan putra mahkota kelak nantinya. Siapa lagi kalau bukan, Prince Sinsong.


Yook do, Yook do merupakan anak dari Kang Chun. Seorang anak yang amat sangat patuh terhadap perintah Kang Chun. Ia sangat bertalenta dalam membuat keramik. Talentanya dalam pengkreasi-an keramik merupakan buah turunan dari Kang Chun. Yook do muda ini masih polos dan penuh dengan ambisi yang murni. Ambisi Yook Do agar ilmu nya mengenai pembuatan keramik bertambah.

Kang Chun sangat bangga terhadap Yukdo.


Di rapat kerajaan, para bangsawan menyampaikan pendapat mereka, mengenai siapa yang akan memegang tahta kerajaan. Namun dua pihak pun berselisih. Satu pihak menyatakan bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi raja untuk menentukan siapa yang akan menjadi penerusnya, siapa yang akan memegang tahta kerajaan.

Namun pihak lain menampik pendapat tersebut, keputusan untuk menentukan siapa pewaris tahta kerajaan saat ini adalah tidak benar, raja masih sanggup untuk melaksanakan tugasnya.


Raja pun memberikan perintah sebagai bukti bahwa ia engga akan pernah meninggalkan tugasnya dalam menentukan siapa selanjutnya yang akan memegang tahta. Ia menetukan siapa yang akan menjadi pewaris tahta dengan memberikan beberapa tugas khusus terhadap masing-masing anaknya. Prince Imhwa, Prince Kwang Hee dan Prince Sukson.
 


Tugas utama diberikan kepada Prince Kwanghee. Prince Kwang Hee terpilih untuk mengemban amanat dalam upacara peringatan leluhur. Wuh. Kegeraman menyelubungi Prince Imhae, ia adalah anak tertua raja, namun diacuhkan dan selalu teracuhkan. Raja selalu memihak Prince Kwang Hee dan Prince Sinsong.


Raja membuka sebuah rahasia, sebuah keramik kerjaan yang disembunyikkan didalam peti yang berlapis 8 rangkap peti emas (*count by yourself, me wrong :p. Sebuah mangkuk keramik peninggalan berharga yang disimpan oleh pihak kerajaan turun temurun dari raja Taek Jo sampai saat ini. Dan mangkuk berpahatan itu harus tetap terpelihara sampai nanti 1000 tahun yang akan datang.


Mangkuk keramik bersejarah tersebut lebih berharga dari apapun. Raja memberikan mangkuk bersejarah tersebut kepada Pinrce Kwang Hee, ia menerimanya dengan hati-hati.


Segera setelah mendapatkan mangkuk bersejarah tersebut, Prince Kwang Hee meletakannya ditempat yang sangat keramat. Mengetahui betapa berharganya mangkuk tersebut, Prince Kwang Hee sangat menjaganya.


Beberapa waktu kemudian, Yook Do dan Kang Chun datang untuk memberikan beberapa property mangkuk dan piring-pring keramik untuk sesembahan dalam peringatan leluhur yang akan diadakan oleh pihak kerajaan. Mangkuk dan piring-piring keramik tersebut telah dibuat khusus oleh Yook Do.


Namun Prince Kwang Hee segera menolaknya. Karena Raja telah memutuskan, bahwa orang yang akan membuat property tersebut bukan perwakilan dari pemahat kerajaan, namun Raja telah memilih orang lain dari bagian provinsi lain.


Dengan penasaran, Kang Chun bertanya, siapa sebenarnya orang yang ditunjuk raja dalam pembuatan properti untuk sesembahan tersebut. Seingat Prine Kwang, ia menyebutkan nama Yul Euldam. Mendengar nama Eul Dam, Kang Chun sangat marah. Raut wajahnya berubah drastis. Mengapa Yul Eul dam yang mesti terpilih, bukankah ia sudah diasingkan ke wilayah lain.



Ayah Hwang Ryeong bekerja dibawah perintah Kwang Chun, dan ia terlibat dalam penjulan keramik dalam pemasaran illegal. Ia juga selalu terlibat perjudian. Menghabiskan semua kekayaannya dengan berjudi, belum lagi, ayah Hwang Ryeong memiliki hutang di sana sini.


Di tengah perjudian, saat pada akhirnya ayah Hwang Ryeong memenangkan banyak emas, para pencuri datang dan mengambil semua emas yang dimiliki oleh Ayah Hwang Ryeong.



Malam harinya, Jung Yi dan Tae Do menyiapkan air hangat untuk Eul Dam. Tangan Jung Yi hampir saja terluka, karena ia menyentuh air yang ternyata masih sangat panas. Dengan manisnya ^^~ eung’, Taek Do memberikan perhatian penuh pada Jung Yi. Ia menanyakan, ”Apakah sakit?”

Dan di saat itu juga, Hwang Ryeong datang dan melihat hal tersebut. Hwang Ryeong sangat menginginkan Tae Do, ia menyimpan rasa suka yang amat sangat terhadap orabumi handsome pretty sweety hearty lovely Tae do. Namun Tae Do sama sekali engga mempedulikan Hwang Ryeong.


Di bawah bintang, Jung Yi yang mengantuk tanpa sadar tertidur di bahu Tae Do. Dan dengan hangat, Tae Do membiarkan kepala Jung Yi bersandar, menghalau beberapa serangga yang hendak menggangu dan Hwang Ryeong datang.


Langkah Hwang Ryeong terhenti melihat Jung Yi bersandar di pundak Tae Do, namun lagi-lagi Hwang Ryeong hanya tersenyum. Ia membawakan semangka untuk Tae Do dan Jung Yi.


Seraya menawarkan semangka, Hwang Ryeong berkata, “Ajarkan aku. Memancing. Memanah. Segala hal yang kau ajarkan pada Jung. Aku mungkin akan bisa melakukan semua itu dengan baik, hanya dengan sekali belajar. Aku bisa menjadi lebih buruk bila kau menyukainya.”

“Kalau kau menyukai segala hal tentang Jung Yi. Aku akan melakukan hal itu. Kalau kau menyukai bagaimana cara Jung Yi tersenyum, tertawa, aku pun akan melakukan hal sama.” Ungkap Hwang Ryeong.


Mendengahar hal tersebut, entah apa yang harus disampaikan Tae Do. Ia mengalikan pembicaraan dengan membangungkan Jung Yi.


Beberapa saat kemudian Eul Dam memanggil Jung Yi, Tae Do dan Hwang Ryeong. Eul Dam memberikan pengertian, bahwa ia akan melakukan apa yang diperintahkan oleh Raja. Ia akan menyiapkan sesembahan untuk memperingati leluhur kerajaan. Saat Hwang Ryeong memberikan bantuannya, Eul Dam menolaknya. Ia mengatakan bahwa kali ini, ia akan membuat properti sesembahan untuk leluhur tesebut seorang diri.

Eul dam pun membiarkan Hwang Reong kembali ke rumhanya. Bila Hwang Ryeong harus kembali ke rumahnya itu berarti, Hwang Ryeong pun berhenti belajar membuat seni keramik pada Eul Dam. Karena keberadaan Hwang Ryeong bersama Eul Dam dan Jung Yi, adalah untuk menuntut ilmu semi pemahatan keramik.


Eul Dam kemudian menyuruh Tae Do untuk mengantarkan Hwang Reong pulang. Awalnya, Tae Do hendak menolak, namun Jung Yi memintanya untuk mengantarkan Hwang ryeong. Tae Do pun mengiyakan.


Hwang Ryeong memberikan kenang-kenangan pada Jung Yi. Sebuah slayer abu-abu. Sebagai gantinya, Hwang Ryeong, meminta Jung Yi untuk memberikan barang milik Tae Do, sebuah pemantul/ketapel.  Jung Yi mengatakan bahwa pemantul/ ketapel tersebut bukan miliknya, tapi itu adalah milik Tae Do. Hwang Ryeong menceritakan satu cerita mengenai pemantul/ketapel tersebut.


Pertemuan pertama Hwan Ryeong dan Jung yi adalah karena pemantul/ketapel tersebut. Hwang ryeong menceritakan hal tersebut untuk menutupi rasa sukanya pada Tae Do. Cerita yang dijadikan sebuah alasan. Ia sama sekali engga ingin Jung yi tau bahwa dirinya menyimpan rasa suka pada Tae Do. Dan ia sangat ingin memiliki Tae Do, seperti dirinya yang menginginkan kepemilikan ketapel tersebut.

Bersambung Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi episode 2 part 2