Sinopsis Answer Me 1997 episode 1


Semua orang punya masanya masing-masing dan kadang waktu yang mengubur masa mereka. Tahun 1997 bisa jadi tahun 2000-sekian buat saya (2012?). Lewat drama “Answer to 1997” ini berasa liat kehidupan saya nanti di tahun 2027 (well, if not..), gimana rasanya bernostalgia ke 15 tahun silam saat your opppa is everything and your bias is your world and.. and.. my jinki is my everything :)

Sinopsis Answer to 1997 :
EIGHTEEN !

 
Sung Shi-Won jadi salah satu manusia yang ngebuktiin kalau waktu engga akan pernah bisa mengubur rasa cintanya buat H.O.T. Di tahun 1997, H.O.T merupakan boyband korea masa pertama yang penjualan album dan perform mereka jadi nomor satu di kala itu. Hal itu dibuktikan di tahun 2012, dengan tetap dipilihnya lagu H.O.T yang berjudul “candy” saat Shi-Won berada di tempat karaoke.



Shi-Won berlari cepat lalu kemudian menyambar buku list lagu dan tanpa pikir panjang saat sang ayah mengatakan kalau, “Lagu jadul itu adalah lagu terbaik sepanjang masa” Shi-Won dengan semangatnya mencari lagu oppa H.O.T kesayangannya.


Reuni akbar 2012 Sekolah Busang Gwangan yang berlangsung di salah satu resto di Hongdae jadi titik awal ruang waktu yang mengirim kembali Shi-Won ke masanya, masa saat ia masih berusia 18 tahun silam, 1997.


“Masa-masa seperti ini, sesuatu hal yang sepele bisa berubah menjadi sesuatu yang sangat menghibur. Seperti sebuah lagu. Kalau tubuh kita engga bisa kembali ke masalalu, paling engga jiwa kita yang bisa melakukannya. Saat ini juga, aku akan kembali ke masaku, tahun 90-an, 1997.” Shi-Won tersenyum pada dirinya sendiri.


Langkah pertamanya di reuni itu, disambut dengan teman-teman seperjuangannya.


Engga ada yang berubah, masih seperti Shi-Won yang dulu, Shi-Won yang engga menggubris olok-olokan dari teman-temannya, mengenai berat badannya yang sepertinya terlihat bertambah. Shi Won yang masih setia menggunakan foto her oppa sebagai wallpaper di handphonenya.

Engga lama kemudian 4 pahlawan lengkap dengan tuxedo mereka, masuk ke ruang reuni, dengan epik plus slow motion yang mengatakan, “Hell, yeah! We are shining.” Senyum Shi-Won mengembang, ke-empat cowok itu kayak artifak purbakala dari masa-masanya dulu. Pfft. Bagi Shi-Won, ke-4 teman cowok itu adalah special. Se-special masa mudanya. Se-special tahun 1997 baginya. Dengan banggannya, Shi-Won mengingat satu demi satu peran ke-4 teman cowoknya.

Kang Joon-Hee, pria lembut dan penyayang.

Bang Sung-Jae, si pembual.


Do Hak-Chan, yang paling karismatik.
Dan… Yoon Yoon-Jae, pria kasar yang penuh duri :)


Ada alasan tertentu kenapa mereka menggunakan jas hitam ala F33. Bukan karena mereka berusaha tampil seperfect mungkin untuk menghadiri acara reuni akbar, tapi karena mereka kebetulan baru saja menghadiri upacara pemakaman guru mereka. HAHA.


Setelah Sung Jae berkoar-koar mengenai upacara pemakaman gurunya itu, ia kemudian meminta salah satu temannya untuk mengambil foto mereka berenam.

Dalam hitungan 1, 2, 3 dan bertepatan dengan flash camera, Shi-Won mengatakan pada dirinya sendiri bahwa saat ini di tempat reuni ini, akan ada satu pasang kekasih yang akan mengumumkan kalau mereka telah menikah. Wakkss..

Flash camera untuk flashback masa lalu Shi-Won dengan  5 sahabatnya di tahun 1997. Busan jadi kota bersejarah untuk Shi-Won, rasa kebersamaan dan persahabatan mereka terbangun di sana. Atmosphere yang membedakan antara tahun 2012 dengan tahun 1997 adalah gadget yang mereka gunakan. He. Bersyukur deh bisa hidup di jaman se-modern 2012.
Minimnya internet connection ngebuat manusia semacam Yoon Jae, Sung Jae dan Joon Hee lebih memilih buat bermain dance practice. Dan permainan mereka di ganggu begitu saja dengan kehadiran Shi-Won yang langsung merebut remote tv dan mengganti dengan channel yang tengah menayangkan reality show yang membahas tentang H.O.T.


Histeria Shi-Won dan Yoo Jun saat menonton H.O.T berbanding terbalik dengan ekspresi para cowok yang terlihat risih karena jeritan-jeritan Shi-Won dan Yoo Jung.



Shi Won bertambah histeris saat mengetahui kalau boneka teddy bear yang tengah dipeluk oleh Tony Ahn H.O.T itu adalah satu dari kado yang ia berikan untuk sang Tony Oppa. Inisial “TN ♥ SW” yang ada di dada teddy bear membuat Shi Won yakin akan hal itu.“Itu boneka teddy bear dariku. Aku yang memberikannya. Aku.” Jerit Shi Won yang langsung disambut dengan jeritan lainnya dari Yoo Jung.



Ayah pun risih melihat gadis perempuannya menjerit-jerit engga karuan hanya karena satu acara tv yang menayangkan pria yang berguna. Wot? Ayah memarahi Shi-Won dan mengutuk member H.O.T sebagai “those monkeys” LOL. Shi Won geram. Engga peduli melihat kegeraman Shi-Won, Ayah tetap berceramah, sudah waktunya bagi mereka untuk mengundulkan kepala dan bergabung di wajib militer, bukan malah memamerkan diri dan membangun karier lewat tv.


Di rumahnya, saat Yoon Jae terbangun, ia menemuka kado ulang tahunnya yang ke-18 lengkap dengan kartu ucapan. Sebuah T-shirt bermerek Guess, jadi hadiah ke-18 tahunnya dari seseorang. Tapi Yoon Jae berpikir kalau kado itu adalah dari kakaknya.


 Tapi, permasalahannya adalah… hampir semua kado yang kakaknya berikan adalah kado kaos bermereka palsu. LOL You! Sekilas Yoon Jae membaca merek T-shirt yang tertera di bajunya, “Guess”. Merek itu mengingatkannya pada dua kado pemberian kakaknya dua tahun silam.Saat Yoon Jae berulang tahun ke-15, kakaknya memberikan T-shirt bermerek adidOs, bukan adidas.


Kejadian yang sama juga terjadi di ulang tahunnya yang ke-16, sebuah tas dengan merek Westpak, merek palsu dari Eastpak. Dengan keyakinan minimnya, Yoon Jae akhirnya memakai T-shirt guess itu,


Yoon Jae terbiasa makan pagi-siang-sore-malam bersama dengan keluarga Shi-Won. Saat bertemu dengan Shi-Won di rumahnya, Shi Won berkomentar kalau t-shirt yang ia pakai adalah t-shirt asli.


Mendengar hal itu, Shi-Won tersenyum manis.

Ibu pun tengah sibuk mempersiapkan soup rumput laut untuk Yoon Jae dan Ayah Shi Won, yang kebetulan keduanya berulang tahun di tanggal dan hari yang sama.



Shi Won enggan untuk mengucapkan selamat ulang pada ayahnya, hanya karena beberapa waktu lalu, ayah menyebut boyband kesayangannya sebagai “those monkeys”. Ini benar-benar membuat Shi-Won geram, mengolok-olok biasnya sama saja menginjak-injak harga dirinya.

Saat bergabung untuk menikmati sup rumput laut buatan ibu, Shi Won memberikan kado ulang tahunnya untuk Yoon Jae, seraya memberikan ucapan selamat ulang tahun. Shi Won engga memberikan kado apapun yang benar-benar special, hanya beberapa kupon super special buatannya sendiri.


 
Melihat kado yang Shi-Won berikan, Yoon Jae merengut. Lagi-lagi kupon, bukankah setiap tahun Shi Won selalu memberikannya hadiah berupa kupon, kenapa tahun ini ia memberikan kupon-kupon seperti ini lagi? Engga ada seorang pun yang bisa menggunakan kupon-kupon ini dengan baik.


Kupon-kupon itu membawa mereka flashback saat dimasa mereka kecil. Saat ayah dan ibu Yoon Jae meninggal, Yoon Jae kecil mempergunakan salah satu kupon hadiah ulang tahun pemberian Shi-Won yang bertuliskan “Goyangkan seluruh badanmu agar aku bisa tertawa.”Dengan tarian-tarian engga jelasnya, Shi Won kecil mencoba menghibur Yoon Jae yang bersedih setelah ditinggal mati oleh orang tuanya. Dan.. That works, Yoon Jae berhasil tersenyum melihat Shi Won yang berusaha menghiburnya.



Dan saat dalam acara kelulusan sekolah menengah, Shi Won menggunakan kupon yang lainnya, “Pinjam apapun yang kau mau selama satu hari.” Dengan kupon itu, ia bebas meminjam apapun dari Shi-Won, termasuk orang tuanya. Haha.. Yoon Jae berfoto bersama dengan orang tua Shi-Won, sedangkan Shi-Won, ia kesal karena orang tuanya engga menghadiri acara kelulusannya, mereka sibuk menghadiri acara kelulusan Shi Won.


Kali ini, semua kupon yang Shi-Won berikan memiliki tema “tidak peduli apapun yang terjadi”.
1.    Piggy back, engga peduli apapun yang terjadi.
2.    Berhenti marah-marah, engga peduli apapun yang terjadi.
3.    Mengucapkan keinginan, engga peduli apapun yang terjadi.


Mana kupon yang Yoon Jae gunakan pertama kali, kupon di urutan ke-3. Dan Shi-Won pun berjanji pada Yoon Jae kalau ia akan melakukan yang terbaik, selama permintaan saat penggunaan kupon itu engga menyita uang saku milik Shi-Won.



Saat Shi Won tengah memamerkan berita mengenai her-teddy-bear-in-reality-show-with-tonyahn kepada teman-temannya yang lain, di seberang lapangan terlihat Yoon Jung dan Yoon Jae duduk di bangku taman. Yoon Jung tersenyum dan pipinya memerah, ia mengungkapkan rasa sukanya pada Yoon Jae saat itu juga.

Saat  makan siang, Shi-Won menyuruh Yoon Jae untuk merekam acara terakhir dari Star In My Heart. Dengan alasan, karena malam ini, ia engga bisa menonton acara itu, Shi-Won harus menghadiri konser H.O.T.


Teman-teman Shi-Won yang lain berpikir keras, bagaimana caranya Shi-Won bisa mengelabui guru agar bisa membolos di jam kelas dan kemudian menghadiri konser H.O.T?


Shi-Won sudah memikirkan hal itu dengan matang-matang, Ia mencoba mencari alasan yang pasti akan berhasil. Dan tentu saja berhasil :D dengan polosnya Shi-Won memberikan alasan mengenai periode menstrulasinya, ia meminta izin untuk membolos kelas karena rasa sakit akibat menstrulasi yang ia rasakan.


 Karena risih mendengar Shi-Won yang terus mengatakan mengenai menstrulasi, menstrulasi dan menstrulasi, akhirnya guru Tae Woong memperbolehkan Shi-Won untuk keluar kelas.



Di kelas, saat jam pelajaran guru Tae Woong seluruh siswa pria sibuk berbisik, termasuk Joon hee, Sung Jae dan Yoon Jae. Terlebih saat Sung Jae menyadari T-Shirt Guess baru yang Yoon Jae pakai. Hanya beberapa detik mereka terkesima melihat Yoon Jae yang memakai  T-shirt bermerek itu, dan beberapa detik kemudian, Yoon Jae menjadi bual-bualan yang lain. Hal itu karena tanpa sengaja Sung Jae menemukan letak kesalahan pada T-shirt Guess yang Yoon Jae pakai.



Sung Jae menahan tawanya saat melihat tanda seru dibawah merek Guess, ia lalu berkomentar, “Merek guess menggunakan logo tanda tanya bukan tanda seru.” Ungkapnya yang lalu diikuti gelakkan tawa dari seluruh siswa pria yang berada di kelas itu. Yoon Jae kesal, darahnya naik ke ubun-ubun.


 Keramaian kelas membuat Teacher Tae Woong merasa terganggu, ia lalu kembali masuk ke dalam kelas dengan kesal dan meminta ketua kelas untuk mempertanggung jawabkan kesalahan kelas yang engga mematuhi perintah untuk tetap diam selagi mengerjakan tugas.



Sebagai penanggung jawab kelas, Yoon Jae berdiri seraya membela dirinya kalau bukan ia yang membuat keributan. Mendengar hal itu, kekesalan teacher Tae Woong semakin bertambah, ia menyuruh Yoon Jae untuk berdiri di depan kelas agar bisa menerima hukuman. Hukuman yang Yoon Jae dapat adalah pukulan keras sebanyak 10 kali di bagian bokongnya. Poor you, sweet heart :(


Di tempat lain, Yoon Joong dan Shi Won tengah mengantri untuk mendapatkan antrian tiket music show dengan guest utama adalah H.O.T. Semua antusias, terlebih Shi-Won, ia mempersiapkan jubah cute lengkap dengan foto Tony Ahn. Ia memakai jubah itu dan bergegas masuk ke ruang konser.


This is cute. Sebagai pengganti perform H.O.T, team produksi menggantinya dengan special solo perform dari Eun Ji. Oh, God. Eun Ji is soo cute. Setiap A PINK perform di satu acara music, kamera cenderung pelit buat nge-shoot Eun Ji.  Dan here we go.. Eun Ji sukses ngangkat drama ini dengan acting innocentnya.


Selagi semua fans menangis seraya meneriakkan chant-chant untuk H.O.T, Shi-Won dengan semangat Olympicnya menari sekaligus bernyanyi di tengah deretan penonton. Bagi Shi Won, meneriakkan chant-chant dan semacamnya aja belum cukup, bergerak bebas mengikuti irama wajib ia lakukan :D



Nah, bukan berarti Yoon Jae adalah pesuruh Shi-Won, ia hanya.. mmm.. melakukan apa yang disuruh Shi Won. Pfft.. Selagi merecord acara yang Shi Won suruh, ia dan Ibu menonton bersama. Ibu bernyanyi penuh kedramatisan, dan Yoon Jae hanya menatapnya dengan tatapan mengerikan.


Kembali ke konser. Di akhir acara music  ada kuis special untuk semua fans H.O.T. Siapapun yang menjawab dengan benar dan tepat, mereka bakal mendapat hadiah. Shi-Won dengan sukses menjawab semua pertanyaan dengan jawaban-jawaban yang super lengkap. Dari A sampai Z, semua pertanyaan Shi Won taklukan.

Sampai di pertanyaan terakhir, Shi Won menjawab terlalu cepat dari hitungan waktu yang telah ditentukan, dan hal itu membuat host acara melempar pertanyaan pada fans yang lain. Yeap, yang menjawab pertanyaan terakhir tersebut ternyata adalah Yoo Jung. Yoo Jung berhasil menjawabnya dan mendapat hadiah special, yaitu t-shirt yang dipakai oleh Tony Ahn dalam konser malam itu.


Saat perjalanan pulang, di dalam mobil bus, Yoo Jung engga tega melihat Shi Won berubah muram suram lantaran ia engga berhasil mendapatkan t-shirt idamannya. Mengetahui hal itu, dengan senang hati Yoo Jung menyerahkan t-shirt yang ia dapatkan. Yoo Jung membiarkan Shi Won memiliki t-shirt itu, dan lain waktu ia bisa menggantinya bila ia mendapat t-shirt dari kangta.


Shi Won mencoba menjaga egonya, tapi beberapa detik kemudian, dengan bangganya ia menciumi t-shirt itu dan bersumpah pada dirinya sendiri kalau ia engga akan mencuci t-shirt itu sepanjang hidupnya. Shi-Won terus menciumi  t-shirt milik Tony Ahn, sampai ucapan dari Yoo Jung yang tiba-tiba mengagetkannya.


 Yoo Jung mengungkapkan mengenai dirinya yang baru saja mengungkapkan rasa sukanya pada Yoon Jae. Entah kenapa, Shi Won terkejut mendengarnya.


Untuk menutupi keterkejutannya, Shi Won mencoba bersikap acuh. Kenapa ia harus mengurusi urusan orang lain, lagi pula Yoo Jung selalu mudah sekali jatuh cinta. Beberapa waktu yang lalu, Yoo Jung menyukai pria dari kelas lain, dan di hari kemudian Yoo Jung berubah haluan dengan menyukai guru Tae Woong. Yoo Jung menjawab dengan senyuman, bahwa perasaannya kali ini sangat berbeda, Yoo Jung benar-benar menyukai Yoon Jae, bukan hanya karena Yoon Jae sangat tampan dan pintar, tapi juga karena Yoon Jae memiliki kepribadian yang dewasa.

Mendengar apa yang baru saja dikatakan Yoo Jung, Shi-Won mengerenyitkan dahinya, benarkah Yoo Jae seperfect itu? Shi Won bahkan engga pernah sama sekali menyadarinya. Sigh, poor you Shi Won. Yoo Jae is really perfect, you doll.



This is sweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet.. Shi Won pulang larut, malam itu dan tepat di depan rumahnya ia bertemu dengan Yoon Jae. Engga ada yang perlu Shi Won bicarakan selain menanyakan tentang record reality show yang ia pesan pada Yoon Jae. Berbeda dengan Yoon Jae, ada hal yang sangat penting yang harus ia dan Shi Won bicarakan.


Mengenai pengakuan cinta dari Yoo Jung dan mengenai perasaannya pada Shi Won. Mengenai sebuah hati yang menyukai Shi-Won, tanpa Shi-Won sadari. Yoon Jae menahan Shi-Won dan bertanya, “haruskah aku mengambil keputusan untuk tidak menerima perasaannya?” ucap Yoo Jae. Haruskah Yoon Jae menolak rasa suka dari Yoo Jung. Haruskah Yoon Jae menolak perasaan Yoo Jung. Haruskah ia melakukan semua itu? Yoon Jae mengulang pertanyaan itu lebih dari tiga kali.


Tapi engga ada sepatah katapun yang dilontarkan oleh Shi Won. Yoon Jae sama sekali engga mengerti dengan perasaannya sendiri. Sama seperti Shi-Won,  apa yang harus Shi-Won katakan atas pertanyaan Yoon Jae, “haruskah aku mengambil keputusan untuk tidak menerima perasaan Yoo Jung.”


Jawaban yang Yoon Jae dapatkan hanya keheningan dari Shi-Won. Yoon Jae mengambil satu kupon special yang Shi-Won berikan padanya, kupon itu tertulis “Mengucapkan keinginan, apapun yang terjadi.”


Yoon Jae menyerahkan kupon itu pada Shi-Won, Shi Won bertanya “Apa keinginanmu?”. Yoon Jae menatap Shi Won lekat-lekat dan menjawab, “Katakan padaku, untuk tidak mengencani Yoo Jung.”


Sesampainya di rumah, Yoon Jae disambut oleh teacher Tae Woong. Yoon Jae kesal, ia masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu kamar.



Dan beberapa saat kemudian, Yoon Jae melampiaskan kekesalannya  mengenai t-shirt guess palsu yang merupakan kado dari kakaknya yaitu Teacher Tae Woong.  Masih mempermasalahkan mengenai tanda seru dan tanda tanya dalam logo guess. Teahcer Tae Woong sama sekali engga mengerti alasan kemarahan adiknya itu. Ke ke ke..


Engga beda jauh dengan Yoon Jae, sesampainya di rumah, Shi-Won dibuat kesal karena video recorder yang berisi acara special (Tony ahn and shiwon’s teddy bear) nya hilang. Lenyap ditelan bumi. Video reality show itu bertumpukan dengan acara kesukaan ibunya, dan malangnya, hanya rekaman dibagian akhirnya saja yang tertinggal.



Shi Won menangis, ia kesal, semua ini karena kesalahan Yoon Jae. Kalau saja Yoon Jae sedikit teliti mengenai kaset video yang harus digunakan, engga akan terjadi seperti ini. Shi-Won melampiaskan kekesalannya dengan mengirimkan pesan ke pager milik Yoon Jae.

Shi-Won mengirimkan pesan “18 18 18 18 / 4 4 4 4 4.” Angka 18 yang mewakili kata “Fuck” sedangkan 4 untuk “Mati”. Haha..


Yoon Jae pun tengah menangis di kamarnya, di balik selimutnya karena kejadian di kelas. Kakaknya sendiri yang mempermalukan dirinya. Teacher Tae Woong merasa bersalah dan meminta maaf.
Shi Won berkata pada dirinya sendiri, “Pukulan menyakitkan dari kakaknya sendiri untuk pertama kalinya di dalam hidupnya. Hati yang terobek-robek, seperti rekaman video yang telah terpotong.”


Di kamarnya, Yoo Jung tengah mencoba menghubungi Yoon Jae. Tepatnya, bukan untuk menghubunginya, tapi hanya sekedar mendengarkan voice mail dari Yoon Jae. O.M.G That’s sweet and hurt.




Pagi harinya, Shi Won menggunakan t-shirt Guess dengan logo tanda seru yang sama dengan yang dimiliki Yoon Jae. Ssstt… Kado t-shirt Guess berlogo tanda seru itu ternyata berasal dari Shi Won. Pagi ini jadi pagi yang mencekam buat Shi-Won, pasanya  t-shirt Tony Ahn (yang ia dapat dari Yoo Jung) dengan sengaja dicuci oleh ibunya, tanpa sepengetahuan Shi Won. Aahh..


Shi Won menutup episode pertama ini dengan sweet quotenya :)  “Di masa saat kau merasa bisa menyayangi semua orang, di masa saat kau memprioritaskan hal yang sepele sebagai hal yang paling berharga di dalam hidupmu. 18 tahun. Para orang dewasa mengatakan bahwa usia ini merupakan masa di mana kita bisa tertawa lepas seiring dengan bergugurannya daun. Tapi, pada kenyataannya, di usia ini kita lebih serius menghadapi dunia lebih dari keseriusan orang-orang dewasa, lebih bersemangat dan memiliki kekuatan yang sudah teruji dalam menghadapi hidup. Tahun 1997, Itulah masa bagaimana usia 18 tahun kami dimulai.”
Bersambung.. Sinopsis Answer Me 1997 episode 2..