Sinopsis Lie To Me episode 16 (End)

Sinopsis Lie To Me episode 16 (End)














Endingnya tarik ulur tarik ulur, tapi romantis. Semuanya sweet..  Engga banyak yang diuraikan di episode terakhir ini. Semuanya berakhir bahagia. Story linenya juga udah dijelasin di setiap email yang Ah Jung kirim ke Ki Joon. Sebenernya engga penasaran sama endingnya. Cuma penasaran sama trailer drama Yoo Seung Ho aja, yang biasanya muncul di bagian scene akhir Lie To Me..

Sinopsis Lie To Me episode 16 (End) :
Secara engga langsung, Ah Jung menolak lamaran Ki Joon.
"Untuk dapat menikahi seorang pria yang luar biasa ... aku harus memikirkan hal itu terlebih dulu." kata Ah Jung.
"Kenapa kau tiba-tiba berpikiran seperti itu apa kau tidak mencintaiku lagi?" tanya Ki Joon.
"I love you, bahkan aku tidak bisa hidup tanpamu. Tapi, tentang pernikahan… Itu membuaku sangat khawatir.. Biarkan aku memikirkan hal ini. Aku merasa ada sesuatu yang hilang dari diriku, dan aku harus mencari hal itu." Ah Jung menjelaskan. Sesuatu yang hilang? Kekhawatiran? Kekhawatiran tentang kebebasan? Pernikahan membatasi seseorang dan Ah jung takut dengan hal itu.
Ki Joon hanya tersenyum dan berkata, "Baiklah, aku akan menunggu sampai kau menemukan apa yang seharusnya kau temukan."  Apa yang seharusnya Ah Jung temukan? Rasa kehilangan yang membuatnya sadar kalau Ki Joon sangat berarti dalam hidupnya.

 Ah Jung memutuskan untuk pergi ke pulau Jeju dan Ki Joon merelakan kepergiannya. Ki Joon mengantar kepergian Ah Jung. Take a picture, kissing dan bye bye..
 Semua yang Ah jung lakukan, ia ceritakan lewat email pada Ki Joon.
Ki Joon, sudah sebulan sejak aku datang ke Kota Jeju. Aku tidak melihatmu selama sebulan ini. Tapi, saat aku menulis email ini, aku merasa sangat senang. Bagaimana keadaanmu di sana? Kau tau, menulis surat seperti ini, rasanya sama seperti menulis surat cinta.. Pada awalnya tinggal di jeju seorang diri memang sangat membingungkan dan sangat asing bagiku. Tapi, perlahan, jeju sudah seperti rumahku sendiri. Kau tau, di sini sangat nyaman. Ki Joon, bagaimana keadaanmu di Seoul. Semakin ramaikah Seoul untukmu?


Ki Joon membalas email Ah Jung.
Bagaimana bisa aku hidup dengan tenang, selama aku tidak melihatmu sebulan ini. Kau pikir aku bisa hidup tenang? Aku sangat ingin bertemu denganmu, dan mengunjungi Jeju, tapi kau malah mengatakan kalau aku tidak diperbolehkan datang untuk mengunjungimu walau hanya sekali saja. Kau juga tidak membiarkanku menelponmu.


Ah jung kembali mengirimi Ki Joon e-mail :
Akhir-akhir ini aku sangat sibuk dengan kegiatan persiapan pameran yang dilaksanakan di Jeju. Kau tau, So Ran ternyata hamil dan aku baru saja mendapatkan kabar itu. So Ran menelponku dan ia bilang, ia hamil. Tapi, saat So Ran hamil, Sun bae malah pergi dari rumah. Aku benar-benar bingung tentang kehidupan berumah tangga. Mungkin pernikahan masih terlalu rumit untukku mengerti.


 Sampai akhirnya, apapun caranya Ki Joon harus bertemu Ah Jung di pulau Jeju. Dengan banyak alasan, Ki Joon akhirnya bisa bertemu dengan Ah Jung. Dan di pulau Jeju, mereka double date barengan Jaebum dan So Ran.

 Sampai Ki Joon menyadari sesuatu.. Saat ia dan Ah Jung mengunjungi sebuah museum.
"Pulau, bumi dan kenangan dalam sebuah wadah. Apa artinya itu?" tanya Ki Joon saat melihat poster banner yang tertempel di museum.
Ah Jung yang memilih judul seperti itu, ia lalu menjelaskan. "Ini adalah pameran dari pulau Jeju, pameran yang menunjukkan tentang kekayaan Jeju. Seperti menampilkan banyak artifak dan kebudayaan yang digali dari dalam tanah beberapa tahun silam. Semua ini terbuat dari tanah.. Meskipun kebanyakan dari peninggalan ini tidak lagi utuh. Tapi, untuk mengembalikan dan melestarikan budaya, dan agar tidak lagi terlupakan, untuk itulah kami mengambil tema ini."
Dan yippiee.. Ki Joon menyadarinya, ia berkata pada Ah Jung dan menuliskan kata-katanya di tangan Ah Jung... "Menggunakan kenangan sebagai salah satu cara untuk mengembalikan hal-hal yang penting. Itu sama seperti cinta. Dengan kenangan kau bisa menemukan kembali jalanmu pada cinta. Terimakasih sudah memberitahukanku ide yang bagus seperti itu."

Ki Joon melanjutkan,,
"Ada apa denganmu? Kau tetap saja menjauh, tapi bahkan sampai sekarang kau masih belum menemukan apa yang seharusnya kau temukan. Benar? Kau bilang kau seperti kehilangan sesuatu, tapi kau sama sekali tidak tau, kau tengah kehilangan apa? Aku belajar satu hal dari semua yang tunjukkan di museum ini. Ini pasti petunjuk untukmu agar kau bisa kembali dan menemukan hal yang seharusnya kau temukan. Apa itu? Dalam waktu panjang yang tidak berujung, pasti tidak ada jejak. Di ruang yang tidak terbatas ini pasti tidak ada jalan."
"Apa maksudmu, itu sangat sulit dimengerti." tanya Ah Jung yang saat itu engga mengerti dengan makna di balik kata-kata Ki Joon.

Dan engga lama kemudian... Ah Jung menyadari apa yang Ki Joon maksud.. Sebuah kenangan yang bisa membawanya kembali pada ketulusan cintanya.

Ah Jung akhirnya mengatakan, I do... dan ia menulis surat untuk Ki Joon, agar Ki Joon datang untuk meminangnya...
Ki Joon, hari itu saat kau menyuruhku datang ke Seoul untuk menemui bibimu, tapi aku tidak datang. Aku tau kau pasti sangat marah. Aku tidak dapat menepati janjiku. Maafkan aku. Aku sangat menyesal. Tapi, aku.. Aku sudah menemukan hal yang seharusnya aku temukan. Itu seperti yang kau katakan dimuseum saat itu. Dalam waktu panjang yang tidak berujung, pasti tidak ada jejak. Di ruang yang tidak terbatas ini pasti tidak ada jalan. Dalam waktu panjang yang tidak berujung kita lahir di usia yang sama. Dalam ruang yang tidak terbatas, untuk bisa bertemu dan menjadi satu denganmu.. Takdir memang benar-benar sangat menakjubkan, dan keajaiban benar-benar sangat indah. Aku akhirnya menemukannya. Kenangan yang seharusnya adalah milikku, dan tiba-tiba aku kehilangan arah. Di museum itu, masa lalu dan masa kini hidup secara berdampingan. Meskipun, memiliki waktu yang panjang. Tapi, aku setidaknya mendapatkan rasa percaya diriku untuk bisa menjadi pendamping yang baik untukmu. Dan aku bisa kembali ke sisimu. Terimakasih, sudah menungguku. Dan juga.. I love you.


Kenangan seperti apa yang membuat Ah Jung menyadari ketulusan cintanya...

1. Satu botol cola cola yang mengingatkannya pada cola-cola kissnya saat itu.
2. Boneka bebek, saat ia dan Ki Joon sama-sama naik perahu bebek dan membicarakan tentang rencana penikahan palsu mereka.
3. amplop yang berisi uang, Ah Jung teringat saat dirinya mencoba mengembalikan uang Ki Joon.
4. Jus tomate, Gara-gara Jus tomate, Ki Joon menggedong Ah Jung.
5. Patung, mengenang saat dirinya saling menceritakan keadaan diri masing-masing saat di pulau jeju
6. Ice cream.. Ya.. ice cream..
7. Tiket pertunjukkan
8. Tabloid yang memuat berita deklarasi cinta Ki Joon-Ah Jung..








Here, we are...

Happy ending..
Di akhir Ah Jung berkata, "Love just came to me as a lie. Then the lie becomes love."
Ki Joon membalasnya, "Then we learned...That sometimes, inside the lie, there hides a truth that is more passionate than the reality."
~The end~

Akhirnya, bisa nulis sampai ending.. ^^
Padahal dipertengahan drama udah mulai putus asa, tapi waktu liat traffick blog. Wuuhuu.. Trafficknya engga mengecewakan. Terimakasih buat semua readers, terimakasih buat traffick campaignnya juga ^^
Punya kebiasaan nulis tanpa dibaca dua kali, hasilnya banyak eror ditulisannya, dan mohon maaf buat ke-eror-an itu..
Sampai ketemu di sinopsis selanjutnyaa... ^^ Daebak!!!