Sinopsis Lie To Me episode 15

Sinopsis Lie To Me episode 15













Yoon Eun Hye 
as Gong Ah Jung



Kang Ji Hwan 
as Hyun Ki Joon



Sung Joon 
as Hyun Sang Hee



Jo Yun Hie 
as Oh Yun Joo



Sinopsis Lie To Me episode 15:

Ah Jung berlari tanpa alas kaki keluar dari pesta, dan Ki Joon terus mengejarnya.
"Apa yang salah?  Apa yang terjadi?  Apa yang terjadi sebenarnya? Katakan cepat!" tanya Ki Joon.
"Aku tiba-tiba tidak enak badan. . ." jawab Ah Jung, menjawab dengan jawaban yang bertentangan dengan apa yang tengah ia pikirkan dan rasakan.
"Ah Jung! Pasti ada sesuatu yang salah. Kembali ke dalam, oke?" pinta Ki Joon.
Ah Jung menjawab, "Kau bahkan tidak menyapa siapa pun dan Kau datang ke sini. Kembali dan jelaskan kepada Ketua Chen dan istrinya apa yang baru saja terjadi."
Ki Joon terus menerus bertanya karena khawatir, "Apa sebenarnya yang terjadi? Kau tiba-tiba menerima panggilan telepon. . . Apa karena telepon itu?"
Ah Jung berkata,  "Ini bukan karena panggilan telepon."
"Kemudian? karena wartawan itu? Apakah karena itu? Ah Jung!"
"Aku tidak berguna?" keluh Ah Jung.
Ki Joon sedikit mengerti apa yang Ah Jung rasakan. Ia terus memperhatikan Ah Jung yang mulai kedinginan karena engga menggunakan alas kaki.
"Aku akan menggendongmu. Aku bilang aku akan menggendongmu! Kau bertelanjang kaki, bukan?" kata Ki Joon.
Ah Jung awalnya enggan, tapi akhirnya..... first piggy back di 2 episode terakhir..
"Ini adalah pertama kalinya aku membawamu." kata ki Joon.
"Ya."
"Apakah Kau bahagia?" tanyanya lagi. "Kau lebih berat dari yang aku bayangkan."
"Maafkan aku." jawab Ah Jung, menangis haru..
"Apa?" minta maaf karena apa, pikir Ki Joon.
"Karena aku berat dan Kau harus membawaku."
Ki Joon tersenyum. "Kau tidak berat sama sekali."
"Pembohong."
"Sungguh, aku berharap bisa membawamu seperti ini setiap hari." jawab Ki Joon dengan sungguh-sungguh.
Seorang staff hotel membawakan sepatu Ah Jung yang tertinggal. Cinderellakah? Ki Joon menerima sepatu Ah Jung dan dengan suka rela (?) memakaikan sepatu itu pada kaki Ah Jung.
"Apa yang Kau takutkan? Ini bukan sepatu kaca." tanya Ki Joon yang melihat ekspresi Ah Jung yang berubah canggung.
"Berikan padaku. Aku akan memakainya sendiri." pinta Ah Jung.
"Aku akan melakukannya." jawab Ki Joon. Ia memakai sepatu Ah Jung dengan hati-hati.
Ah Jung lagi-lagi menangis.
"Jangan menangis. Aku tidak ingin melihat Kau menangis. Baiklah. Aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi. Baiklah. Aku akan membuat Kau tertawa setiap hari." kata Ki Joon.


Ah Jung menemui Jae Bum untuk mendiskusikan perkara Ah Jung. Bagaimana pun juga Ah Jung harus mempertahankan kedudukannya sebagai pegawai negeri sipil.
"Kau benar-benar telah diberhentikan?" tanya Jae Bum.
"Ya." jawab Ah Jung.
"Mengapa seperti ini? Dimana mereka dapat menemukan staff pegawai negeri sipil yang disiplin dan jujur seperti Kau?" Jaebum pun ikut kesal dengan keputusan yang dibuat oleh pihak dewan. "Karena kalian berdua memiliki hubungan, itu sebabnya kau dipecat? Jika ini terjadi pada orang asing, rasanya tidak mungkin?"
"Sunbae, bisakah kau membantuku?" Ah Jung memohon.
"Apa yang Kau ingin aku lakukan?" tanya Jae Bum.
"Aku ingin mendapatkan pekerjaan kembali. Bahkan jika aku gagal, aku tidak bisa tanpa berjuang. Aku harus melindungi reputasiku." jawab Ah Jung.
Jae Bum memberika informasi penting pada Ah Jung, "Sebenarnya, kita dapat mengirimkan bukti kepada anggota Komite untuk Banding. Apakah Kau memiliki bukti?"
Ah Jung engga memiliki bukti apapun, bukti yang menjelaskan kalau dirinya engga seharusnya dikeluarkan dari pekerjaannya. "Tidak, aku tidak memilikinya."
"Ini akan sulit untuk membuktikan kalau kau tidak bersalah."
Jae Bum mengerti, "Aku tahu. Hal tak terduga lainnya juga akan terjadi. Bahkan jika itu seperti ini, Kau masih ingin mencoba?"
Ah Jung tau, hal yang akan ia hadapi kali ini adalah hal besar. Ah Jung pun mengangguk dan siap menerima apapun hasilnya. Inti utamanya adalah, ia sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk menjaga reputasinya sebagai pegawai negeri sipil.

"Cinta seperti apa yang Kau katakan, hal itu adalah privasi. Tapi kenapa malah membuatnya gempar seperti ini? Bukankah Kau seharusnya mempertimbangkan posisiku di perusahaan ini?" bibi kesal dengan pemberitaan yang menyebar di media.
"Maafkan aku." jawab Ki Joon.


"Ayah, apakah kau percaya padaku?" tanya Ah Jung saat ia dan Ayahnya makan bersama.
"Tentu saja!" kata Ayah dengan pasti. "Apakah Kau tahu mengapa Kau yang bernama Ah Jung? Agar Kau bisa menjadi warga negara Korea Selatan yang positif dan adil. Jadi Kau diberi nama Gong Ah Jung. Apakah Kau mengerti? Gong Ah Jung yang aku tahu benar-benar tidak akan merusak reputasinya seperti itu. Bahkan jika orang lain menyerah, Kau masih akan berpegang pada prinsip-prinsipmu. Bahkan jika seseorang memberimu sepuluh dolar lebih, Kau tidak akan menerimanya."
"Ayah. Aku tidak bersalah. . . jadi aku ingin melawan dalam pertempuran ini." jawab Ah Jung.
"Bagus, bagus. Pemikiran yang bagus. Kau akan melakukannya dengan baik. Lagi pula, mereka tidak tahu anak siapa Kau!"
Ki Joon mengunjungi rumah  Ah Jung. "Hanya untuk sebentar saja!" kata Ayah saat Ki Joon datang.
"Paman, terima kasih!" Ki Joon membungkuk memberikan hormat.
"Apakah Kau sudah makan?" tanya Ki Joon pada Ah Jung.
"Kenapa kau selalu mengkhawatirkan apakah Aku sudah makan atau belum? Aku bahkan bukan hewan peliharaan."
Ki Joon tertawa, "Lega mengetahui kalau kau begitu kuat. Kau tidak perlu khawatir tentang apa pun. Aku akan menyelesaikan semuanya untukmu."
Ah Jung menyela kata-kata Ki joon, "Tidak, aku akan menyelesaikan masalahku sendiri."
Ki Joon menjawab "Antara kita berdua, apapun yang mempengaruhi Kau, mempengaruhi aku. Bahkan jika beberapa orang tidak adil, maka Tuhan adil. Kebenaran pada akhirnya akan keluar, jadi jangan khawatir. Meskipun tidak sederhana, kita akan bersama-sama sampai akhir, ok? Apakah Kau mengerti?"
"Oke." Ah Jung mengangguk.
"Apakah anggota komite menyebutkan sesuatu? Mereka mungkin telah salah paham. Aku tahu bahwa akan seperti ini.  Bagaimana jika aku tidak berhasil? Apakah Kau masih ingin melarikan diri denganku?" tanya Ki Joon.
"Bahkan jika aku mencoba untuk melarikan diri, aku akan mengembalikan reputasiku sebelum aku lari." jawab Ah Jung.
"Apakah Kau berani untuk melarikan diri? Aku akan menculikmu."
Ah Jung tertawa,  "Penculikan."


Ah Jung mulai mengumpulkan bukti.



Jae Bum dan Ah Jung mengumpulkan bukti dan membuat beberapa strategi agar mereka bisa memenangka kasus kali ini.


Banyak pihak yang membantu Ah Jung, terutama teman-teman sekantor Ah Jung. "Kita tidak bisa hanya melihat hal ini sebagai masalah ringan dan duduk hanya untuk menonton apa yang terjadi. Kita harus membantu  Ah Jung."




Ki Joon dan Park Hoon pun sibuk mencari jalan keluar agar Ah Jung bisa kembali menjadi pegawai negeri sipil. "Aku tidak peduli apa metode yang Kau gunakan.  Aku tidak peduli berapapun uang yang harus aku keluarkan. Jika ada cara lain yang bisa aku lakukan." kata Ki Jooon.
" Ya, aku mengerti." jawab Park Hoon.


Ki Joon juga membantu Ah Jung dengan caranya sendiri. Ia membagikan selembaran yang menjelaskan kalau Ah Jung sama sekali tidak bersalah, "Halo. Petugas Urusan Departemen Pariwisata, Ah Gong Jungis orang yang jujur. Kebenaran akan menang.  Kebenaran akan menang pada akhirnya!" katanya saat membagikan selembaran.
Ah Jung hanya terdiam saat mengetahui kerja keras Ki Joon dalam membantunya. 


"Apa yang kau lakukan sekarang?" tanya Ah Jung.
"Ini adalah pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini, tapi itu benar-benar memiliki arti."
"Aku sudah memberitahumu untuk tidak melakukan apa-apa? Aku akan mengurus ini sendiri." jawab Ah Jung.
"Coba lihat." Ki Joon menunjukkan selembaran yang ia bagikan. "-= Protes pemecatan "Gong Ah Jung"! Dukungan pengembalian dia!  =-- kata-kata yang meyakinkan kan?. " kata Ki Joon dengan bangga. "Tidak buruk, kan? Aku bertanya pada park Hoon untuk beberapa ide, tapi ia malah mengatakan hal-hal yang kuno, seperti biasa. Ini semua diedit olehku."
Ah Jung tersenyum. "Ini sangat memalukan, tapi mengapa kau masih melakukannya secara pribadi?"
"Ini karena masalah pribadi, tentu saja, aku harus menanganinya secara pribadi. Di dunia ini ada hal-hal yang dapat diselesaikan dengan uang, dan ada juga yang tidak dapat diselesaikan dengan uang."
"Sudah jelas bahwa Kau sibuk." kata Ah Jung.
"Kau tampaknya tidak tahu banyak tentang kemampuanku. Aku mengelola hal-hal dengan relatif cepat. Jika tidak, bagaimana aku bisa duduk di posisi presiden hotel di usia muda sepertiku ini? Ah. . . apalagi, bahkan jika Kau pengangguran, tidak masalah. Aku Hyun Ki Joon, Presiden World Hotel. Kau hanya perlu melakukan yoga dan belanja. . . Apakah kau tidak tahu berapa banyak orang yang ingin gaya hidup semacam itu? Kau hanya akan membuat iri semua perempuan." ujar Ki Joon.
"Aku tidak ingin seperti itu. Aku tidak bisa menghabiskan hidupku hanya untuk merangkai bunga, melakukan yoga dan pergi berbelanja." jawab Ah Jung.


Di tempat lain, Yoon Joo menangis dan mulai frustasi. Ia salah satu orang dibalik dipecatnya Ah Jung dari pekerjaannya. "Yun Ju. Apa itu? Apa lagi yang bisa melakukannya? Mengetahui Kau tidak makan dengan baik. . . Aku khawatir. Jadi, aku membeli sesuatu untukmu." kata Ibu Yoon Joo yang datang untuk memberikan makanan. 
Yoon Joo menangis, lalu memeluk ibunya. " Oke. . . katakan semua perasaanmu dengan keras. Jangan menyimpannya sendiri."
Yoon Joo berkata, "Ini sangat nyaman. . . pelukan ibu."
"Tidak ada yang salah denganmu. Itu bukan kesalahanmu." kata ibunya.
"Aku tahu. Aku juga tahu bahwa oppa tidak akan kembali kepadaku. Ibu. Aku salah. Aku melakukan sesuatu yang buruk pada akhirnya." jawab Yoon Joo.
"Apa maksudmu?" tanya ibu Yoon Joo.
"Aku hanya merasa bahwa aku telah menjadi lebih buruk dan lebih buruk." ucap Yoon Joo.
"Yun Ju. Tinggal di sini akan menyebabkan Kau sakit. Mengapa Kau tidak mulai dari awal lagi di Prancis?" Ibu Yoon Joo memberikan pilihan.


Dengan serius, Jae Bum mengumpulkan semua bukti dan membuat resume untuk Ah Jung. So Ran sedikit terganggu dengan kesibukan suaminya. Kesibukan itu buat So Ran jadi lebih sedikit diperhatikan.
"Melihat seperti ini, orang akan berpikir kalau Kau sedang bersiap-siap untuk ujian.  Kau telah melakukan begitu banyak untuk Ah Jung. Apa lagi yang harus dilakukan?" tanya So Ran.
"Aku perlu melindungi kerahasiaan klienku." jawab Jae Bum.
"Kerahasiaan klien? Baiklah. . . jika Kau gagal dalam urusan Ah Jung ini. . . Aku hanya akan. . .Jangan berpikir tentang menyentuhku selama satu tahun." kata So Ran.
Mendengar hal itu, Jae Bum langsung kelabakan.

Semua bukti sudah terkumpulkan. Sekarang saatnya Ah Jung kembali menghadapi dewan, untuk mempertahankan pekerjaan dan menyelamatkan reputasinya. Ia gugup kali ini, Ah Jung menyiapkan diri dan berlatih di depan cermin. "Aku Gong Ah Jung, dari Departemen Pariwisata dan kebudayaan. Ini adalah hasil investigasi dari anggota komisi lain. Aku. . . Aku. . . Aku. . . petugas urusan publik." Ah Jung gugup, "Jangan menangis."

Sidang pun kembali dimulai.
"Hari ini, kita akan memutuskan kasus banding Ah Jung. Petugas Gong Ah Jung, Kau siap untuk debat akhir?" tanya dewan.
"Ya." jawab Ah Jung.
"Beritahukan kami kesimpulanmu." Pihak dewan meminta bukti dan beberapa kesimpulan.
"Sebelum itu, aku ingin membawa beberapa informasi." kata Ah Jung, salah satu staff membagikan resume yang Ah Jung buat.
"Kau masih perlu untuk memberitahu kami kesimpulanmu." ujar pihak dewan.
Ah Jung mulai menjelaskan perkaranya, "Dokumen yang aku sampaikan sekarang, adalah survey dari anggota resmi pusat pelatihan pusat. Kontennya mirip dengan dalam pengevaluasian. Ini adalah hasil untuk evaluasi dua resort dalam jangka waktu akhir."
"Apakah Kau secara pribadi menyelidiki dan membiarkan mereka melakukannya?" tanya pihak dewan.
"Ya, aku pribadi meminta maaf kepada mereka sebelum melanjutkan survei. Lalu, aku menerima pengakuan mereka. Seperti yang anda semua bisa melihatnya dari hasil, sebagian besar orang menarik kesimpulan yang sama dengan aku. Karena hubungan pribadi, aku bisa mengerti mengapa semua orang curiga padaku. Tapi itu tidak cukup untuk penyelidikan. Aku tidak bisa menerimanya. Aku dapat menyatakan kembali lagi bahwa pilihanku adalah adil. Bahkan jika diberi kesempatan kedua, pilihanku akan tetap tidak berubah. Hal ini karena jika seseorang melaksanakan tugas maka cinta tidak akan menjadi masalah. Ini adalah kesimpulanku."
"Menurut pernyataanmu sekarang, dan hasil survei yang telah Kau kirimkan, kami akan menarik kesimpulan." jawab pihak dewan.
Ki Joon uring-uringan saat menunggu sidang Ah Jung. Saat Ah Jung keluar dari sidang, Ki Joon langsung menghampirinya, "Bagaimana? Itu baik-baik saja. Itu baik-baik saja."
Ah Jung malah menangis, dan Ki Joon mengerti arti tangisan Ah Jung. Resumenya ditolak, pikir Ki Joon.
"Ki Joon, nanti, aku tidak bisa ikut berolahraga bersamamu lagi." kata Ah Jung.
"Ah Jung. . . "
Ah Jung tersenyum dan berkata, "Aku bisa mulai bekerja kembali."
Sontak, Ki Joon berjingkrak kegirangan. Beberapa kali ia memberikan pelukan hangat pada Ah Jung dan mulai berteriak-teriak engga jelas. "Kau berhasil? Kau kembali? Ah Jung! Apakah itu benar? Kau benar-benar kembali bekerja? Gong Ah Jung tidak bersalah! Mengapa engkau menangis?"
"Aku terlalu senang!" jawab Ah Jung.
Ayah dan Ah Jung merayakan keberhasilan Ah jung. "Cheers! - Cheers! Ayah! Ayah! Ayah!"
"Kapan Kau mulai bekerja?" tanya Ayah.
"Minggu depan." jawab Ah Jung.
"Lalu, mengapa kau tidak pergi untuk berlibur? Dengan ayah?"
Ah Jung menggeleng.
Ayah berkata,  "Kemudian, Kau ingin pergi dengan pria itu?"
Ah Jung mengangguk.
Ayah kesal dibuatnya, "Ya. Ah kau ini. Aku hanya memiliki satu anak perempuan, namun aku diperlakukan seperti ini. Kau membuat kesimpulan, bahkan tanpa berkonsultasi dengan aku, dalam membuat keputusan besar seperti ini. Kau telah benar-benar dewasa!" kata Ayah.
Ah Jung menjawab, "Secara fisik, aku lebih tinggi dari ayah."
Ayah tertawa mendengarnya.
"Bahkan tanpa seorang ibu, Kau masih tumbuh dengan baik."


"Apa yang terjadi denganmu sebenarnya? Apakah Kau benar-benar ingin menikahinya?" tanya bibi.
"Ya. Jika aku bisa, aku ingin menikahinya segera."
"Apa yang kau sukai darinya? Dia hanya orang biasa dengan latar belakang keluarga biasa."
Ki Joon menjawab, "Dia biasa. Itulah mengapa aku menyukainya."
"Sepertinya Kau tidak akan mendengarkan apa pun yang aku katakan."
"Kau benar-benar ingin menentang hubungan ini lagi? Kau tahu itu tidak akan berhasil, kan?" kata Ki Joon seraya tersenyum.

Ah Jung kembali bekerja..

Dan kejutan besar tengah menunggunya. Seorang badut (yang engga lain adalah Park Hoon.) menghampiri Ah Jung dan menuntunnya untuk menuruni tangga.
"Apa yang Kau lakukan? Apa ini?" Ah Jung panik.
"Selamat! selamat! Gong Ah Jung." semua staff menyambut kedatangan Ah Jung.

Ki Joon berteriak, "Hari ini, aku akan mentraktir semua staff dengan es krim."
"Selamat datang kembali. Kami juga melakukan petisi. Kami juga menyumbangkan sesuatu, Kau tahu? Aku tahu bahwa kau akan kembali. Kalian berdua akan menikah, kan? Kapan Kau menikah? Kau perlu untuk mengundang kita!" kata teman-teman Ah jung.
Ah Jung tersipu,  "Apa pernikahan? Aku belum memikirkannya.. "
Yang lain langsung bersorak, "menikah! Menikah!  menikah! Menikah!"
"Aku benar-benar menyukainya." kata Ah Jung.
"Aku tahu kau menyukainya. Kau tidak bisa tidak jujur? Pejabat publik selalu jujur.  Tunggu. Kali ini Kau perlu untuk menjawab dengan jujur. " ujar Ki Joon.
"Baru saja ketika orang lain bertanya padamu, apa yang terjadi denganmu? Apa yang salah? Kau tidak berencana untuk menikah? Kau benar-benar berpikir seperti itu?"
Ah Jung mengalihkan pembicaraan, "Sepertinya musim panas benar-benar pindah ke sini."
"Apa ini? Kau benar-benar tidak tulus denganku?" kata Ki Joon.
Tiba-tiba saja, Sang Hee yang engga bisa menjaga kebersihan, mengubah sifatnya. Ia membersihkan galerinya.
Yoon Joo datang mengunjung Sang Hee.. "Wow, aku pikir aku memasuki tempat yang salah?" kata Yoon Joo.
" Ini pertama kali Kau melihat aku bersih, kan?" kata Sang Hee.
Yoon Joo mengangguk, "Itu benar. Pembersihan seperti ini, itu pasti terlihat bersih. Tempat kerja Kau harus ditangani secara lebih efisien. Aku berencana untuk kembali ke Paris."
"Apa? Sampai sekarang, Kau masih tidak nyaman?" tanya Sang Hee.
"Tidak, itu bukan berarti aku melarikan diri karena aku tidak nyaman. Aku tidak ingin hidup seperti ini. Aku berencana untuk melepaskan raihan tanganku pada oppa. Kembali istirahat sejenak, dan kemudian melanjutkan studiku." jawab Yoon Joo.
"Baik, Itu sangat baik." jawab Sang Hee.
Yoon joo memastikan, "Selanjutnya, aku akan menemukan orang yang lebih baik dan hidup bahagia."
 Sang hee langsung menjawab, "Tetapi jika Kau bertemu seseorang yang lebih baik, aku bisa cemburu."

Yoon Joo menemui Ah Jung untuk mengucapkan perpisahan, "Aku mendengar bahwa Kau kembali." kata Yoon Joo.
"Ya, ada kesalahpahaman." jawab Ah Jung.
"Ah Jung, maafkan aku. Aku tahu bahwa Kau adalah orang baik. Tapi aku selalu membencimu. Bahkan aku tidak seharusnya membencimu." ujar Yoon Joo.
"Tidak, tidak apa-apa. Bahkan jika aku jadi kau.. aku juga akan membencimu. Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku dapat memahami perasaanmu." jawab Ah Jung.

Koki Ki Joon memperlihatkan kemahirannya memasakan masakan Itali.
Tiba-tiba, Yoon Joo mengirim pesan pada Ki Joon. Ah Jung membaca pesan itu.
~Terima kasih. Oppa, aku akan kembali ke Paris besok. 
Sebelum pergi, aku ingin bertemu denganmu.
 Jika Kau bisa datang, hubungi aku.~


Ah Jung tersenyum lalu menyuruh Ki Joon untuk segera menemui yoon Joo.
"Besok, Miss Yun Ju akan meninggalkan. Kenapa kau tidak menemuinya?" kata Ah Jung.
Sebelum Ki Joon datang, Yoon Joo mencoba memakai kembali cincin pertunangannya dengan Yoon Joo. Sejenak ia tersenyum dan mengenang saat-saat dimana dirinya dan Ki Joon tertawa bersama. Tapi, saat Ki Joon datang, Yoon Joo langsung melepas cincin itu.
"Sepertinya Kau benar-benar telah menerima segalanya sekarang." kata Ki Joon.
Yoon Joo tersenyum walau pahit, aisshh akhrin-akhir ini suka milih kata-kata yang lebay, apa emang dari dulu kosakata saya lebay semua? hehee...

"Meskipun sangat menyakitkan, Kau sudah mengatakan kepadaku apa yang harus aku lakukan. Sekarang giliran aku untuk membuat keputusan." kata Yoon Joo.
"Yun Ju Aku ingin mengucapkan terima kasih. Atas semua hal, tentang hal yang lampau dan pengertianmu terhadap kondisiku saat ini." jawab Ki Joon.
Yoon Joo akhirnya pergi ke Paris. Engga ada seorang pun yang mengantar kepergiannya, engga juga orang tuanya. Tapi, tenang. Sang Hee ada di sana,
"Apa yang Kau lakukan di sini?" tanya Yoon Joo.
"Ambil ini." Sang Hee memberikan bingkisan.
"Apa ini?" tanya Yoon joo.
"Ini hadiah. Sesuatu yang sulit untuk ditemukan di Paris." jawab Sang Hee.
"Terima kasih banyak.  Sang Hee, aku harus terima kasih padamu, juga."
Sang Hee mengerutkan kening. "Aku? Aku tidak melakukan apa-apa. Kenapa kau berterimakasih?"
"Terima kasih, karena kau juga aku dapat dengan cepat melepaskan segalanya." kata Yoon Joo.
"Baiklah kalau seperti itu, Kau harus memberiku hadiah." canda sang hee..

Semua urusan hampir beres, sekarang giliran Ah Jung dan Ki Joon menyelesaikan kisah cinta Ayah Ah Jung. Ah Jung bertugas mendandani wanita yang disukai ayahnya. Sedangkan Ki Joon harus bersusah payah membujuk Ayah Ah Jung untuk memakai jas yang cocok.




Dan,, semua berjalan lancar.. Ki Joon Ah Jung sukses menyatukan ayahnya dengan cintanya.

"Kau setidaknya harus mencoba untuk menyesuaikan diri denganku." kata Ki Hoon pada Ah Jung saat jam makan siang.
"Haruskah kita membuat 10 daftar keingina kita?" tanyanya lagi.
"Apakah Kau memiliki kepercayaan diri untuk mematuhi semua ini?" tanya Ah Jung.
Ki Joon langsung menjawab tanpa ragu, "Tentu saja. Tidak ada yang tidak bisa lakukan. Apakah Kau lupa lima paket elemen Hyun Gi Jun?"
"Tentu saja, aku ingat. Tampan, berpendidikan, sopan, berpengetahuan, dan bertanggung jawab. Aku merasa sepertinya aku sudah benar-benar dicuci otaknya olehmu." ucap Ah Jung. HAHA..
"Jadi, Kau tidak perlu khawatir tentangku. Khawatirkan saja tentang dirimu." jawab Ki joon. Dan masing-masing dari mereka membuat 10 keinginan.
"Kita selesai pada waktu yang sama. Ayo kita tukar. Aku ingin lihat dulu." Ki Joon mengambil paksa kertas Ah Jung.
"Berikan padaku! Biarkan aku melihat nya dulu."
Apa yang 10 keinginan Ki Joon yang ia tuliskan untuk Ah Jung. Translatenya cuma ada 6:
Pertama, bahkan jika itu hanya sereal, seorang wanita harus memasak sarapan untukku. 
Kedua, seorang wanita yang bisa berolahraga denganku di pagi hari.  
Ketiga, seorang wanita yang mengatakan menyesal setelah bertengkar dan dapat menerima permintaan maafku.  
Keempat, seorang wanita yang sering menangis setelah menonton film sedih.  
Kelima, seorang wanita yang akan menghabiskan waktu denganku walaupun kepentingan kita berbeda.  
Keenam, seorang wanita yang tidak berbohong, seorang wanita yang jujur. 
Ah Jung mendatangi galeri Sang Hee.. "Sepertinya seseorang yang aku kenal." kata Ah Jung saat tanpa sengaja ia melihat lukisan wajah dirinya yang Sang Hee buat. 
Sang Hee datang menghampiri Ah Jung. 
"Siapa itu?" tanya Ah Jung.
"Seseorang yang telah datang ke pikiranku. " jawab Sang Hee. "Apa yang terjadi? Mengapa kau di sini?"  
"Aku hanya membawa beberapa makanan ke sini." jawab Ah Jung.
"Mengapa kau melakukan ini? Mencoba untuk bertindak sebagai kakak ipar sekarang?" 
"Ya, tentu saja." jawab Ah Jung dengan bangga.

"Tapi, yang dalam lukisan ini? " tanya Ah Jung.
"Ini Kau." jawab Sang Hee.
"Aku? Mengapa Kau melukis aku?"  
"Tidak apa-apa." 
"Ini sangat bagus, Mengapa menyimpannya di pojok?" Ah Jung tersenyum memandangi lukisannya.
Sang Hee menyangkal, "Awalnya tergantung di sana, tapi wajah jelek selalu menatapku! Jadi, aku simpan di pojok saja."

Malam harinya, Ah Jung menempelkan 10 wish listnya Ki Joon. Dan seketika itu juga, Ah jung menganggap kertas itu, kertas yang special.
Bibi Ki Joon mengundang Ah jung untuk datang menemuinya. "Kau datang? Duduklah." kata bibi Ki Joon.
"Apakah Kau merasa tidak nyaman?" tanyanya saat melihat Ah Jung yang terlihat gugup.
Ah Jung menjawab, "Tidak, aku sangat nyaman."
Bibi memberikan sebuah dokumen, "Lihatlah ini. Jika Nona Ah Jung ingin membantu Ki Joon dan tinggal di sisinya, maka, Kau harus melihat ini. Dalam setahun, konferensi diselenggarakan oleh kedutaan besar dari berbagai negara kurang lebih sekitar sepuluh Negara yang berbeda. Jadi, Kau harus belajar 5 bahasa, ya setidaknya kau  harus menguasai 5 bahasa.  Jika Kau ingin menjadi istri Ki Joon, Kau tidak bisa hanya tersenyum saat ki joon bertemu dengan orang-orang dari banyak Negara, setidaknya kau  harus mengobrol dengan mereka. Ya, Kau menyadari bahwa Ki Joon sering melakukan perjalanan ke luar negeri untuk bekerja, kan? Ki Joon selalu pergi sendirian selama ini. Di masa depan, jika Kau mampu menemaninya, beban Ki Joon juga dapat berkurang." bibi Ki Joon menjelaskan panjang lebar. Intinya, jangan jadi istri yang memalukan.
"Tapi, bahkan jika pada akhirnya aku menikah dengan Ki Joon, aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku." jawab Ah Jung.
"Ah, aku mengerti."
Seorang wartawan dari salah satu majalah terkemuka datang untuk mewanwancarai Ah Jung. "Kapan Kau menikah?"
Ah Jung hanya terdiam mendengar pertanyaan itu.
"Meskipun hubungan Kau telah dimuat dipublik, apakah Kau mendapatkan lamaran pernikahan secara pribadi? Pembaca kami yang paling ingin tahu tentang ini!" tanya wartawan itu.
"Kami belum mencapai tahap itu. Tidak ada rencana pernikahan di saat ini." jawab Ah Jung.

Ah Jung mulai memikirkan dirinya. Pantaskah dirinya bersanding dengan Ki Joon. Ah Jung terus teringat kata-kata bibi Ki Joon yang intinya menunjukkan kalau Ah Jung harus sepadan.

Taraa.. kejutan lain buat Ah Jung..
"Semua ini? Ini. . .Semua ini adalah milikmu. Ada nama terukir pada patung ini. Gong - Ah - Jung! Semua ini. . .  Masih ada lagi. Sebuah rahasia. Kamar ini tidak pernah terbuka untuk siapa pun sebelumnya. Ruang yang sangat pribadi." kata Ki Joon menunjukkan kamar yang penuh dengan miniatur mininya..
"Miniatur model. Ini benar-benar indah. Bagaimana kau melakukan ini? Tunggu, kau melakukan semua ini sendiri?" tanya Ah Jung yang terkagum-kagum.
"Tentu saja, semua ini dilakukan oleh aku.  Meskipun kepentingan kita berbeda, kita masih bisa berbagi satu sama lain. Hari ini, aku ingin berbagi denganmu. Apakah Kau. . . mau menikah denganku?" tanya Ki Joon setelah memakaikan kalung yang ia hadiahkan pada Ah Jung.
Ah Jung terdiam sesaat, lalu ia berkata, "Ki Joon.. sepertinya, aku… tampaknya… tidak cocok untuk menjadi menjadi pendampingmu."


bersambung...


Satu episode lagi, daebak!!
terimakasih buat semua yang udah voting.. ^^