Sinopsis Lie To Me episode 10

Sinopsis Lie To Me episode 10












Yoon Eun Hye 
as Gong Ah Jung



Kang Ji Hwan 
as Hyun Ki Joon




Sung Joon 
as Hyun Sang Hee




Jo Yun Hie 
as Oh Yun Joo




Sinopsis Lie To Me episode 10:



Setelah menarik paksa Ah Jung, Ki Joon membawanya keluar hotel. Ah Jung beberapa kali memberontak tapi genggaman tangan Ki Joon terlalu kuat.


Bertepatan dengan itu, ketiganya berselisih jalan. Ki Joon dan Ah Jung pergi keluar hotel, sedangkan Sang Hee baru datang dan ia langsung pergi menuju restaurant hotel.

Ki Joon engga peduli dengan tanggapan semua orang, ia terus menggenggam tangan Ah Jung.


Para staff terkejut saat melihat Ki Joon berpegangan tangan, "Kita tidak salah liat kan? Mereka berpegangan tangan."
Sang Hee mengitari restaurant, dan sama sekali engga menemukan Ah Jung.

Ah Jung membuat alasan pada teman kencannya, "Miss Gong Ah Jung, itu bukan keadaan yang benar-benar darurat, kan?" tanya teman kencan Ah Jung saat Ah Jung menelponnya.
Ki Joon membawa  Ah Jung ke pinggiran kota. Sekeluarnya dari mobil, Ah Jung langsung mengomel, "Bagaimana Kau bisa menyeretku keluar seperti ini?"
Ki joon menjawab dengan meninggikan suaranya, "Kau bilang saat itu waktu terakhir, tapi kenapa kau selalu muncul di depanku?"


"Tidakkah kau lihat? Aku sedang dinner dengan orang lain." jawab Ah Jung.
"Menggunakan kerja dan dinner dengan orang lain sebagai alasan. Apakah ini untuk terakhir kalinya?"
"Kalau begitu abaikan saja aku."


"Kau membuat semuanya tidak mungkin bagiku untuk mengabaikanmu. Bukankah kau bilang kau tidak ingin ada kesalahpahaman?  Kau bilang kau tidak ingin berakhir seperti orang bodoh?" jawab Ki Joon.
"Maaf kalau aku membuatmu dalam masalah. Aku tidak melakukannya dengan sengaja. Jangan khawatir. Aku tidak akan muncul di depanmu lagi." 

Ah Jung pergi meninggalkan Ki Joon dengan berjalan kaki, ia bergumam "Kau bisa saja memberitahuku. Mengapa Kau harus menyeretku keluar seperti ini? Mengapa menggenggam tanganku? Semua itu Membuatku salah paham.Dia benar-benar buruk, sungguh. . . "

Dan, tuiiing,, bola nyasar-Ah Jung kena timpuk bola. Ah Jung yang malang..  haha..

Ah Jung menangis, menangis bukan karena timpukan bola yang membuat kepalanya pening, tapi tangisan karena ia menyesali dirinya sendiri. Menyesali kenapa ia harus menyukai Ki Joon.

"Apakah Kau baik-baik saja?" tanya Ki Joon yang datang menghampiri Ah Jung.

Ah Jung berdiri dan mengucapkan hal yang seharusnya dari dulu ia ucapkan, "Aku benar-benar menyukaimu! Aku benar-benar menyukaimu! Jadi, jangan sukai wanita itu. Aku katakan, Aku benar-benar menyukaimu!" teriak Ah Jung.  
"Jika Kau memiliki sesuatu untuk dikatakan, katakanlah." jawab Ki Joon.
"Tidak bisakah kau hanya menyukai diriku saja? Jangan menyakitiku." pinta Ah Jung.
"Aku tidak bisa dan tidak ingin menyakiti orang yang tidak bersalah lagi." jawab Ki Joon.


Ah Jung menyadari sesuatu, "Benarkah? Sepertinya Kau harus menanggung tanggung jawab masa lalu."
"Sebaliknya. . . Jika Aku tidak melakukan itu, bisakah Kau masih tetap menyukaiku?"
"Lupakan apa yang terjadi." kata Ah Jung dan ia benar-benar pergi menjauh dari Ki Joon. 

Di rumah, Ayah tengah mengenang masa-masa saat Ibu Ah Jung masih bersamanya, Ayah bergumam seraya melihat foto ibu Ah Jung, "Putri kita tampaknya mengalami kesulitan belakangan ini. Jika Kau ada di sini, Kau akan mampu merawatnya lebih baik dari padaku."
Ah Jung tiba dirumah, ia mencoba tersenyum seolah engga terjadi apa-apa, "Aku kembali."
Ayah langsung bertanya, "Bagaimana?  Apakah kau menyukainya? Tidak. Tidak..  Apakah dia menyukaimuu?"
"Aku tidak tahu. Jangan seperti itu dan beritahu Aku. Tak ada yang istimewa, kami hanya makan. . . "
"Gong Ah Jung. Haruskah kita minum Soju bersama?"
"Boleh juga." jawab Ah Jung. Ia masuk ke kamar dan berganti pakaian.
Dan keduanya minum Soju bersama, "Apa yang salah?" tanya Ayah saat melihat anaknya menatap aneh ke arahnya. " Apakah ini pertama kali Kau melihat wajah ayahmu sendiri?"
"Benar, alis tebal, sangat tampan, kuakui itu." Ah Jung tertawa.

"Aku akan tidur, aku harus pergi ke resort besok.  Jangan minum terlalu banyak." kata Ah Jung.
"Aku tahu.  Sepertinya dia benar-benar tengah mengalami kesulitan." gumam Ayah.
Keesokan paginya, Ah Jung masih berurusan dengan event di kantornya. Dan secara kebetulan, Yoon Joo juga berada di tempat yang sama dengan Ah Jung. Tapi mereka tidak saling melihat, hanya berselisih jalan.

Saat melewati koridor, Ah Jung berpapasan dengan Manager Park. Mereka saling menyapa, "Bagaimana keadaanmu?" tanya Manager Park.
"Semua baik-baik saja." jawab Ah Jung.
Saat manager Park tiba di kantornya, ia bertemu dengan Yoon Joo yang tengah menunggunya. "Oh, Miss Yoon Joo. "
"Aku pergi ke hotel dan mereka bilang kau ada di sini." Yoon Joo tersenyum ramah.
"Apakah Kau datang untuk menemuiku?" tanya manager Park, yang heran kenapa Yoon Joo datang ke kantornya.
"Apa yang terjadi dengan oppa?  Apa yang terjadi dengan dia?" tanya Yoon Joo. "Miss Gong Gong Ah Jung." Yoon Joo engga meneruskan kata-katanya.
"Meskipun presiden dan Aku adalah teman, kita tidak tahu tentang kehidupan pribadi masing-masing." jawab manager Park.

Yoon Joo masih saja mencari alasan, "Ini pasti karena pekerjaan yang membuatnya lelah, kan? Ketika seorang pria lelah, mereka pasti mencari dan kemudian menemukan seseorang untuk bersandar, kan?"
"Miss Yoon Joo, aku hanya tahu satu hal. Presiden benar-benar ingin berbuat baik padamu. Apakah itu cinta atau sesuatu yang lain, Kau bisa menilainya sendiri." jawab Manager Park.


"Aku adalah orang yang paling mengerti Oppa." ungkap Yoon Joo.
"Jadi, Kau tidak memiliki kepercayaan diri sekarang?"
"Aku pikir Manager Park ada di pihakku."


Manager Park menjawab, "Itu bagus untuk melihat Kalian kembali bersama. Miss Yoon Joo, sudah bertahun-tahun. Jangan hanya melihat Hyun Ki Joon seperti Hyun Ki Joon di tahun lalu, lihatlah Hyun Ki Joon sekarang."  

"Kau tampak sibuk, aku akan pergi." pamit Yoon Joo. Manager Park hanya menjawabnya dengan senyuman.  

Dan lagi-lagi...

Yoon Joo dan...

Ah Jung.. secara kebetulan bertemu.
Mereka saling menyapa dengan nada yang aneh.. hehe..

Manager Park kesal dengan sikap Ki Joon yang engga tegas, via telepon, Manager Park mengomel pada kI Joon. Ki Joon hanya mendengarkannya lalu berpikir. "Halo. Apa yang terjadi?" tanya Ki Joon.
Manager Park menjawab, "Apakah itu cinta atau yang lainnya, lakukan saja di luar. Jangan biarkan staff melihatnya."
"Mengapa kau begitu marah?"
Manager Park melanjutkan kata-katanya, "Siapa bilang kau boleh berpegangan tangan dengan seorang wanita di tempat kerjaku? Aku katakan dengan jelas sebelumnya.Terlalu banyak mempedulikan orang lain  hanya akan merugikan orang lain itu sendiri."
Ki Joon mengunjungi rumah Yoon Joo. Mereka saling berbicara, "Sudah tepat satu minggu. Aku khawatir, Kau tidak menjawab teleponku." kata Ki Joon.

Yoon Joo malah mengungkit-ungkit tentang perasaan Ki Joon pada Ah Jung, "Apakah Miss Gong Gong Ah Jung mengatakan dia menyukaimu?"
Engga lama Ki Joon terdiam, ia langsung menggangguk pelan.
"Kau pasti sangat bahagia, Gong Ah Jung sangat menawan. Aku berpikir sangat lama untuk bisa memahamimu. Meskipun tidak masuk akal bahwa Kau menyukai Gong Ah Jung, aku ingin memahami apa yang Kau katakan. Berpikir tentang hal itu, dan aku sampai pada kesimpulan kalau hal itu bisa saja terjadi. Aku tidak bersamamu selama bertahun-tahun. Kau juga bisa goyah. Aku tidak goyah." ungkap Yoon Joo.
"Aku menyukainya." jawab Ki Joon.
Yoon Joo engga rela kalau Ki Joon engga lagi menyukai dirinya tapi lebih menyukai orang lain. "Tidak, Kau hanya bimbang karena aku tidak ada. Ini karena aku tidak ada disekitarmu dan akhirnya kau goyah. Aku berusaha keras untuk mengerti, karena Aku ingin mengerti. Oppa, bagaimana kau bisa seperti ini? Oppa, apakah Kau tahu bahwa Kau menjadi lebih aneh? Hatiku tidak berubah, jadi bagaimana bisa kau mengubah hatimu? Oppa!
"Aku akan menunggu sampai Kau bisa melupakan." jawab Ki Joon. 

Sang Hee menelpon Ah Jung,
"Aku sedang bekerja." jawab Ah Jung.
"Aku tahu."

"Tapi kenapa para pegawai negeri tidak memiliki jam makan siang? Sudah waktunya makan siang." kata Sang Hee.
"Apa?"
"Aku ada di resort." Sang Hee langsung mematikan teleponnya.
"Hei, aku tidak punya waktu untuk makan siang." jawab Ah Jung.
Sang Hee membelikan boneka untuk Ah Jung, "Apa ini?" tanya Ah Jung.

Sang Hee tersenyum lalu membuat suara lucu.
"Halo, Aku Gong Ah Jung, Aku seorang pegawai negeri sipil."
"Aku pernah disengat oleh lebah dan ternyata rambutku menjadi kuning seperti ini." 
"Lihat, dia terlihat sepertimu? Mata, hidung, mulut.  perut."

"Apa itu?" Ah Jung acuh.
Sang Hee memohon, ia memain-mainkan bonekanya,  " Kau benci aku aku! Mengapa Kau benci aku? Bermainlah dengan Aku Gong Ah Jung Noona."
Ah Jung akhirnya tersenyum dan berkata, "dia tampak seperti Kau."
Sang Hee menanyakan tentang kencan butanya Ah Jung, "Sepertinya kencan buta itu tidak berjalan dengan baik. Aku tahu itu akan seperti itu."
Ah Jung kesal, "Kau berada di sini hanya untuk menanyakan itu?"
"Apa kau marah?"
Ah Jung tersenyum dan menjawab, " Aku Gong Ah Jung, dan tidak akan marah karena sesuatu yang sepele."
Yoon Joo memakai kembali cincin pertunangannya dengan Ki Joon.


Mungkin cincin ini bakal membawa keberuntungan buat Yoon Joo.

Yoon Joo pergi menemui bibi Ki Joon.
"Aku minta maaf untuk hari itu, Aku tidak berpikir terlalu jauh." kata bibi Ki Joon.
"Tidak, tidak apa-apa."
"Aku merasa kasihan pada Gong Ah Jung.Aku tidak mengira dia begitu terluka."
Tanpa basa-basi, Yoon Joo langsung berkata, "Aku berpikir untuk segera melakukan pernikahan." hah???
"Apakah Kau pernah mendiskusikan hal itu  dengan Hyun Ki Joon?" tanya bibi.
Yoon Joo memberi alasan, "Dia tidak punya waktu untuk mempertimbangkan ini."
"Apakah Hyun Ki Joon mengatakan bahwa dia ingin menikahimu?" tanya bibi.
"Bibi, Kami sudah menunggu selama tiga tahun. Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi, aku tidak bisa menunggu lagi." jawab Yoon Joo.

Setelah bertemu Yoon Joo, bibi langsung menemui Ki Joon, "Aku baru saja bertemu Yoon Joo.  Dia berbicara tentang pernikahan. Dia Mengatakan kalau dia tidak ingin menunggu, dan dia tidak bisa menunggu. Sepertinya dia tidak membicarakannya denganmu."
Ki joon sedikit terkejut. "Kami akan membahasnya nanti."
"Gong Ah Jung tampaknya sangat baik." ungkap bibi.

Dan, yah, raut wajah Ki Joon langsung berubah saat bib menyebutkan nama Ah Jung.

dari situ bibi mulai menyadari perasaan Ki Joon pada Ah Jung.

Semua staff di  kantor Ah jung makan siang bersama dan masih saja membahas topik yang sama, tentang pegawai negeri sipil yang engga boleh melakukan hal-hal diluar hukum yang berlaku.

Apapun dilakukan Yoon Joo agar orang yang dicintainya engga pergi. Yoon Joo menemui Ah Jung dan menyampaikan berita yang membuat Ah Jung shock.
"Aku tidak bisa meninggalkan meja kerjaku dalam waktu yang lama." kata Ah Jung.
"Sebaiknya aku bertemu denganmu saat kau sedang tidak dalam keadaan sibuk."
"Tapi apa yang membawamu kemari?" tanya Ah Jung.
 "Sebelum datang ke sini, Aku ingin memberitahumu banyak hal. Tapi tiba-tiba saja, setelah melihatmu aku lupa apa yang harus aku bicarakan denganmu. Ki Joon dan Aku, kami akan menikah." ungkap Yoon Joo.

"Mengapa Kau mengatakan hal ini padaku?" tanya Ah Jung, mencoba menutupi perasaan terkejutnya.
"Aku merasa bahwa Aku harus membiarkanmu tahu tentang hal ini, Gong Ah Jung. Aku mendengar bahwa Kau menyukai oppa." jawab Yoon Joo. 
Karena kesal, Ah Jung langsung menelpon Ki Joon, ia melampiaskan rasa frustasinya "Bukankah aku memberitahumu untuk melupakan tentang hal itu? Bisakah kita melupakannya? Mengapa Kau harus mengungkit-ungkit hal itu? Kau ingin pamer di depannya, apa kau ingin mempermalukanku di depan wanita itu?"
Di tengah rapat Ki Joon menerima telepon dari Ah Jung, ia sama sekali engga mengetahui pokok permasalahannya, Ki Joon cuma terdiam heran.



Ki Joon terus melancarkan usahanya buat mendapatkan simpati Ah Jung. Ia bahkan ikut makan bersama dengan staff Ah Jung. Ki Joon menyewa seharian tempat itu, dan membiarkan teman-teman Ah Jung makan dengan puas.

Karena frustasi, Ah Jung kembali minum berlebihan, Ki Joon terus memperhatikan Ah Jung. Saat pulang dari kedai makanan, Ki joon menghampiri Ah Jung,
"Lepaskan aku! Kau tau, kau itu terlalu berlebihan? Saat aku memberitahumu kalau aku menyukaimu, kau bahkan hanya membuat pernyataanku itu sebagai bahan tawaan, kau juga mengatakan hal itu pada tunanganmu!" ucap Ah Jung yang mabuk.
"Kau sudah salah paham."
"Sebuah kesalahpahaman? Itu hal yang sangat buruk untuk dilakukan. Kau tidak tahu itu juga? Fool!" Ah Jung langsung kabur dengan taksi. "Taksi!"
Ada alasan buat Ki Joon untuk terus mengikuti Ah Jung yaitu handphone Ah Jung yang terjatuh.
Ah Jung kaget saat melihat Ki Joon sedang menunggunya di jalan, "Apa yang Kau lakukan di sini?"
"Ini." Ki Joon memperlihatkan Handphone Ah Jung.
"Mengapa kau mengikuti Aku lagi?" tanya Ki Joon.
"Aku berjalan pulang."
"Sebaiknya kau pergi saat aku mengatakan hal ini dengan cara yang baik."
"Apakah Kau tahu nama panggilanku? Hyun Ki Joon "Lima Paket complete". Apakah Kau tidak penasaran tentang lima paket itu?" Ki Joon membuat lelucon.
"Tidak penasaran." jawab Ah Jung.
"Tidak hanya tampan, kuat, tanggung jawab, sangat baik dalam bersikap dan berpikir, memperoleh gelar tinggi dalam pendidikan. Bahkan semuanya benar. Bukannya aku membual. Tapi melihat wanita mabuk, bertentangan dengan tanggung jawabku, akal sehat, dan sikap." ungkap Ki Joon.

Ah Jung hanya menatapnya aneh.
Kemudian Ki Joon memanggil nama Ah Jung, "Ah Jung-ah!  Ah Jung-ah!"
"Jangan panggil aku seperti itu!" jawab Ah Jung yang kemudian berlari menjauhi ki joon seraya menutup telinganya.
"Gong Ah Jung! Ah Jung-ah.. " Ki Joon terus memanggil nama Ah Jung.

Akhirnya Sang Hee mengetahui perasaan Ki Joon pada Ah Jung. Di taman, ia berkata pada dirinya sendiri. "Hyun Sang Hee. Kau tidak dapat melakukannya lagi kali ini. Kau terlalu berlebihan jika Kau membiarkan hal itu terjadi lagi." Sang Hee mencoba menekan perasaan sukanya pada Ah Jung, ia engga ingin perasaan itu bertambah besar, dan sikap egoisnya bakal merusak semuanya.
Sebelum pergi untuk melanjutkan studynya di luar negeri, So Ran membelikan teman-temannya cincin persahabatan, ia juga engga lupa membelikan satu buah cincin untuk Ah Jung.

Di rumahnya, Ah Jung terkejut melihat foto dan video Ki Joon di handphonenya. Tapi kemudian, ia malah terlarut buat menikmati wajah Ki Joon di handpohennya.. HAAHaa..
Ki Joon berkata di videonya, ia memanggil Ah Jung, "Gong Ah Jung! Ah Jung –ah.. apa kau sudah bangun? Apakah Kau sudah bangun? Mengapa kau terlalu banyak minum? "
Ah Jung terus memutar ulang video Ki Joon, terutama saat bagian Ki Joon memanggil namanya, "Ah Jung –ah.. Gong Ah Jung!"
"Lagi."
"Ah Jung –ah.. Satu lagi. Ah Jung –ah.."
Park Hoon membawa berita gembira, "Presiden, Ketua Jeon baru saja mengirimkan pesan."
"Pesan tentang apa?" tanya Ki Joon.
"Karena berkat kita, pemakaman berjalan lancar. Dan ia akan datang mengunjungi kita di Korea dengan segera."
"Kapan?" tanya Ki Joon.
"Dia bilang dia akan menghubungi kita lebih lanjut."
Jae Bum pergi menemui Ah Jung di rumahnya, ia bersikap baik pada Ah Jung. "Apa kau benar tidak menikah dengan Ki Joon." Jae Bum meraih tangan Ah Jung. "Pastikan untuk membicarakannya denganku."

Kesalahpahaman  pun terjadi, So Ran datang menemui Ah Jung, dan ia melihat Jae Bum menggenggam tangan Ah Jung, "Gong Ah Jung. . . " 
Kesalahpahaman... Kesalahpahaman.

So Ran tersenyum sinis, "Sebelum Aku pergi, Aku berpikir untuk membelikan sesuatu untuk kenang-kenangan bagi Gong Ah Jung." ia memberikan Ah Jung bingkisan berisi cincin dan dengan sengaja menjatuhkan bingkisan itu dihadapan Ah jung.
Ki Joon ingin mengetahui masalah yang sebenarnya, apa yang sudah dikatakan Yoon Joo  pada Ah Jung. Untuk itu, Ki Joon pergi menemui Yoon Joo,
Yoon berkata, "Aku berniat untuk meminta maaf.Setelah Aku bertemu Gong Ah Jung kemarin, Aku menyesalinya sekarang. Aku pikir Aku terlalu kekanak-kanakan. Aku mengakui itu."
"Yoon Joo. . . Aku berharap Kau tidak akan mencari orang itu lagi." pinta Ki Joon.
"Sepertinya Kau khawatir, Bahwa aku mungkin melakukan sesuatu yang aneh. Aku berbohong. Bahwa aku akan menikah denganmu. Kau pikir Aku suka mengucapkan kata-kata itu?" ungkap Yoon Joo.
"Jadi jangan melakukannya."

"Kau bilang kau akan menungguku sampai aku bisa melupakanmu? Bagaimana caranya, aku sama sekali tidak bisa melupakanmu?" ungkap Yoon Joo.
Sebelum pergi Ki Joon berkata, "sebaiknya kita menjaga jarak dulu."
Ucapan Ki Joon tersebut membuat Yoon Joo menangis.

Ada lagi yang juga sedang frustasi. Sang Hee. Ia engga menyangka kalau lagi-lagi dirinya dan kakaknya menyukai orang yang sama yaitu Gong Ah Jung.


Sang Hee berbicara dengan Suk bong, "Seperti yang Kau tahu, dalam tiga tahun terakhir ini, Bagiku, itu adalah waktu untuk membayar dosa Aku. Dosa karena jatuh cinta dengan tunangan Hyung dan sebagai tanda bahwa aku menyesali perbuatanku. Pada waktu itu ketika Aku kembali ke rumah setelah bertahun-tahun, apakah itu Hyun atau Yoon Joo, aku tidak mampu bertemu mereka. Bahkan setelah sekian lama."
"Ya, ya Aku tahu. Aku tahu. Ya, seperti yang Kau katakan, waktu telah berlalu. Itu semua di masa lalu,. Apakah ada masalah?" tanya Suk Bong.

"Mengapa setiap wanita yang aku sukai, lebih menyukai hyung dan mereka tidak pernah menyukaiku?" kata Sang Hee. ooh, sang hee yang malang.

Saat sedang mengurusi event di kantornya, Ah Jung tanpa sengaja melihat kedatangan ketua Jeon. Melihat Ketua Jeon datang, Ah Jung langsung panik.

 Ketua jeon-duta jepang yang datang untuk berinvestasi pada Ki Joon

Ah Jung langsung menelpon Ki joon.


Dan keduanya panik.

Sebagai event organizer, Ah jung berhasil membuat event di kantornya berjalan dengan sangat baik.

Dan, ternyata, pemimpin di kantor Ah Jung dan ketua Jeon saling mengenal. Tanpa sengaja mereka bertemu di koridor.
Mereka saling menyapa dan berjabat tangan.
"Chief Lee."
"Ketua Jeon."
Saat melihat Gong Ah Jung, Ketua Jeon langsung mengenali Ah Jung. "Gong Ah Jung? Miss Gong Ah Jung." sapa ketua Jeon.
"Apakah Kalian mengenal satu sama lain?" tanya chef lee yang mahir berbahasa jepang.
Ketua Jeon menjawb, " Dia adalah istri presiden dari Hyun Ki Joon."
"Presiden Hyun Ki Joon. Bukankah ia keponakan dari  Hyun Myung Jin. Sebenarnya, Aku tidak tahu tentang hal itu. Ini adalah pertama kalinya aku mendengar bahwa Presiden Hyun sudah menikah." lalu chef Lee bertanya pada Ah Jung. "Ah Jung apa kau sudah menikah...?"
Ah Jung berpikir keras, menimbang-nimbang beberapa alasan. Ah jung tau dengan benar kalau duta dari jepang ini sangat penting buat Ki Joon... kalau ia bilang kalau dirinya dan Ki Joon engga menikah, maka hubungan bisnis Ki Joon akan berada dalam masalah. Dan ia sampai pada satu keputusan, Ah Jung menjawab, "Ya, aku sudah menikah.. "

Bertepatan dengan itu, Ki Joon datang dan segera menghampiri Ah Jung. Dengan dodolnya Ki Joon malah menjawab, "Tidak… Kami, aku dan dia… tidak menikah."


Bersambung....